
CITY GUIDE FM – Bagi beberapa orang, kol goreng menjadi primadona di kalangan lalapan yang melengkapi nasi sambelan. Meski termasuk sayuran, ternyata kol goreng mampu menimbulkan sejumlah bahaya pada kesehatan. Karena proses penggorengan mampu menghilangkan kandungan nutrisi sayuran. Melansir berbagai sumber, berikut 6 efek samping makan kol goreng:
Meningkatkan Kadar Gas
Kandungan gas yang tinggi dalam kol goreng bisa menyebabkan perut kembung serta mual. Jika kebiasaan makan ini kamu teruskan, maka dapat berujung gangguan pencernaan, misalnya sembelit, sakit perut, dan diare.
Obesitas
Kol goreng memiliki lemak jenuh dan kolesterol jahat karena banyak menyerap kandungan tidak sehat dari minyak. Sehingga konsumsi yang terlalu banyak akan membuat berat badan terus bertambah dan berisiko obesitas.
Baca juga :
Berisiko Penyakit Kardiovaskular
Sebetulnya sayur kol bermanfaat bagi kesehatan jantung karena tidak mengandung zat-zat jahat. Setelah proses penggorengan dengan minyak, apalagi jika minyaknya sudah digunakan berkali-kali, kol sudah berkurang nutrisinya. Bahkan karena ini, timbul bahaya kol goreng berupa peningkatan risiko penyakit jantung.
Menambah Jumlah Kalori
Sama halnya dengan sayuran lain, kol sangat rendah kalori yakni hanya 22 kalori per 100 gram. Selain itu, 92 persen dari seluruh bobot kol adalah air. Karena menyerap minyak, kalori kol menjadi bertambah. Sebagai informasi, satu sendok makan minyak goreng bisa menyumbangkan hampir 45 kalori.
Kesehatan Kulit Ternganggu
Mengonsumsi kol goreng bisa membuat kulit menjadi mudah bermiyak dan berjerawat. Tidak hanya itu, kol goreng bisa membuat sel kulit mati, sehingga semakin meningkatkan risiko penuaan dini. Padahal kol mentah mampu berfungsi untuk mencegah penuaan, seperti flek dan kerutan.
Memicu Kanker
Kol mentah mengandung senyawa antikanker bernama sulphoraphane yang menghambat enzim histone deacetylase. Enzim ini berperan dalam mengembangkan berbagai sel kanker. Namun proses penggorengan justru meningkatkan radikal bebas bersifat karsinogenik dalam kol.
Penulis : Faydina Rizki




