Damkar Kota Batu: Kabel Bawah Tanah Lebih Aman, Asalkan..

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Rencana Pemerintah Kota Batu untuk mengalihkan kabel udara ke sistem bawah tanah (ducting) mendapat dukungan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batu. Selain mempercantik wajah kota, sistem kabel tanam memiliki tingkat keamanan yang lebih baik daripada kabel yang menjuntai di udara.
Kabid Pencegahan Dinas Damkar Kota Batu Santoso Wardoyo menjelaskan selama ini kabel udara menjadi salah satu kendala tim pemadam saat bertugas. Kabel-kabel provider yang terpasang asal-asalan kerap menghalangi ruang gerak mobil tangga damkar saat hendak menjangkau lokasi kebakaran di gedung tinggi atau kawasan padat.
“Kami sering menyurati PLN maupun Telkom untuk meninggikan kabel mereka karena menghalangi jalan mobil tangga kami. Jadi, kalau nanti ditanam, tentu ini sangat membantu mobilitas dan keselamatan petugas di lapangan,” ujarnya.
Dari sisi teknis pencegahan kebakaran, Santoso memaparkan bahwa kabel tanam secara alami memiliki risiko kebakaran yang minim. Hal ini berkaitan dengan teori “Segitiga Api” yang terdiri dari bahan bakar, panas, dan oksigen.
Di dalam tanah, akses oksigen sangat terbatas. Sehingga jika terjadi percikan api atau hubungan arus pendek, api tidak akan mudah membesar dan justru akan padam dengan sendirinya.
“Berbeda dengan kabel di atas (udara). Di atas itu ancamannya banyak, terpapar matahari langsung, hujan, hingga bersentuhan dengan dahan pohon. Kalau di bawah, dia lebih terlindungi dan terisolasi. Sekalipun ada konsleting, api tidak akan menjalar ke bangunan sekitar karena minim oksigen,” tambahnya.
Kendati demikian, pihaknya mengingatkan bahwa proses penanaman kabel tentu harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Kabel tidak boleh langsung bersentuhan dengan tanah. Melainkan harus memiliki ruang atau terowongan khusus dengan pelapis tahan api.
“Kalau dari segi safety saya jamin jauh lebih aman ditanam. Asalkan catatannya harus mengikuti SOP. Jadi sama aja kalau ditanam dengan asal, ya enggak aman juga,” pungkasnya.
Reporter: Asrur Rodzi
Editor: Intan Refa



