
CITY GUIDE FM, KABUPATEN MALANG – Arema FC meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Semen Padang dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/2/2026). Hasil ini membawa Singo Edan naik ke peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 30 poin. Sementara tim tamu tertahan di posisi ke-16 dengan 15 poin.
Saat peluit awal berbunyi, Semen Padang langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama hadir lewat situasi bola mati pada menit kelima, meski belum membuahkan hasil. Lagi-lagi Semen Padang sempat memberikan serangan balik cepat, namun lini belakang Arema tampil disiplin.
Tim tamu justru sebetulnya memiliki peluang emas pada 30 menit awal. Dua kesempatan satu lawan satu gagal dimaksimalkan setelah digagalkan pemain belakang dan kiper Arema. Momentum tersebut menjadi titik krusial yang mengubah arah pertandingan.
Petaka sempat menghampiri tuan rumah pada menit ke-22 saat Betinho mengalami cedera dan harus ditarik keluar. Beruntung, Valdeci yang masuk sebagai pengganti, memberi warna baru dalam agresivitas lini depan.
Gol pembuka muncul pada menit ke-29. Umpan terukur kapten Hansamu Yama disambut tendangan Vinicius yang tak mampu diantisipasi kiper Rendy Oscaria. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum meski Arema terus menekan melalui sejumlah peluang tambahan.

Memasuki babak kedua, Arema semakin percaya diri. Masuknya Leo Guntara membuat aliran bola tampak lebih hidup. Hasilnya terlihat pada menit ke-52 ketika umpan matang Gabi diselesaikan Gustavo Franca untuk menggandakan keunggulan.
Enam menit berselang, kombinasi cepat lini depan kembali berbuah gol. Umpan Valdeci dituntaskan Vinicius pada menit ke-58, memastikan keunggulan 3-0.
Semen Padang berusaha bangkit dengan mengubah skema permainan menjadi dua penyerang. Namun hingga laga usai, skor tak berubah. Pelatih Arema Marcos Santos menilai laga berjalan sulit meski timnya menang dengan skor telak.
“Saya senang pertandingan hari ini, karena pemain mulai mengerti apa yang saya inginkan. Semua berkontribusi dan bermain sebagai satu tim. Yang penting kami tetap konsisten dan terus berkembang,” ujar Marcos.
Ia juga memuji kerja kolektif tim, bukan hanya pencetak gol. Melainkan seluruh pemain yang menunjukkan disiplin dan semangat sepanjang pertandingan.
Sementara itu, pelatih Semen Padang Dejan Antonic mengakui timnya gagal memanfaatkan momentum di awal laga.
“Di 30 menit pertama kami punya peluang bagus dan seharusnya bisa mencetak gol lebih dulu. Gol pertama membuat situasi jadi berat,” katanya.
Menurutnya, perubahan taktik di babak kedua belum mampu mengimbangi agresivitas tuan rumah. Ia menegaskan timnya harus segera melakukan evaluasi mengingat jadwal pertandingan berikutnya sudah dekat.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




