Budaya dan PariwisataNews

Akses Wisata Gunung Bromo Akan Ditutup saat Nyepi

Gunung Bromo menjadi salah satu taman terindah sedunia (foto : istimewa)
Gunung Bromo menjadi salah satu taman terindah sedunia (foto : istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengumumkan aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo ditutup total selama Hari Raya Nyepi tahun 2026. Penutupan ini akan berlaku selama 48 jam penuh mulai tanggal 19 Maret dini hari hingga 20 Maret malam.

Kabid Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I BB TNBTS Septi Eka Wardhani saat kunjungannya bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Rabu (11/3/2026) menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menghormati ritual keagamaan masyarakat Suku Tengger. Penutupan mencakup seluruh pintu masuk menuju kawasan Bromo. Baik dari arah Malang, Probolinggo, Pasuruan, maupun Lumajang.

“Kami akan menutup total kawasan selama 2×24 jam. Pada tanggal 21 Maret, kawasan akan kembali buka setengah hari setelah petugas menyelesaikan salat Idulfitri (jika berbarengan). Selanjutnya akan beroperasi normal hingga sore hari,” jelas Septi.

Baca juga:

Jangan Coba-coba Lakukan Larangan Ini di Gunung Bromo

Meskipun jalur Gunung Bromo ditutup, Septi menambahkan bahwa akses wisata di kawasan Ranu Pani tetap dibuka untuk umum. Namun, untuk wilayah Ranu Regolo, pihaknya masih memberlakukan penutupan hingga batas waktu yang belum ditentukan akibat kondisi cuaca ekstrem yang rawan menyebabkan pohon tumbang.

Menghadapi musim libur Lebaran yang akan menyedot banyak wisatawan, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai sarana pendukung tambahan. Salah satunya adalah penambahan personel di setiap pintu masuk dan titik kunjungan, serta penyediaan toilet portabel untuk meminimalisir antrean panjang.

Sementara itu Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menejelaskan pihaknya telah membuat Surat Edaran Menteri yang mewajibkan seluruh pengelola destinasi wisata untuk mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengunjung. Selain itu mantan penyiar radio dan televisi itu juga mengatakan perlunya mengecek perkiraan cuaca di situs resmi pemerintah seperti BMKG.

Reporter: Asrur Rodzi

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button