LifestyleNews

50 Rumah Tangga Desa Oro-oro Ombo Ikut Zero Waste Cities

Petugas menimbang sampah dalam program Zero Waste Cities di Oro-oro Ombo. (Foto: Istimewa)
Petugas menimbang sampah dalam program Zero Waste Cities di Oro-oro Ombo. (Foto: Istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Jalibar Berseri punya gerakan keren dengan mengajak 50 rumah tangga mulai memilah sampah. Program ini berkolaborasi dengan ECOTON, DLH Kota Batu dan Pemdes Oro-oro Ombo untuk mewujudkan Zero Waste Cities.

Koordinator program Titik Setyowati mengatakan sebelum implementasi gerakan ini, pihaknya telah melakukan Analisis Sampah (AKSA) sebelumnya di skala RW.

“AKSA ini bertujuan untuk mengetahui komposisi timbulan sampah di RW 05 Desa Oro-oro Ombo. Kami melibatkan 50 rumah tangga sebagai relawan untuk memberikan sampah harian mereka dalam keadaan terpilah jadi 3 jenis. Daur ulang, organik dan residu, kemudian kita timbang per jenis,” kata Titik.

Aktivitas ini sekaligus menjadi ajang latihan bagi setiap rumah tangga untuk mulai memilah sampah, plus edukasi door to door. Salah satu tujuannya tentu agar lebih mudah mengolahnya saat sampah masuk di TPS3R.

Sampah yang sudah terkumpul itu selanjutnya dipilah secara spesifik ke dalam 40 jenis untuk mengetahui jenis sampah terbanyak yang dihasilkan.

“Dalam membangun sistem pengelolaan sampah tidak boleh ngawur. Harus tahu jenis sampah yang mendominasi kawasan tersebut. Jika terbukti sampah organik, maka perlu membangun sistem pengelolaannya. Misalnya rumah kompos, komposter RT/RW, biogas dan sebagainya,” jelas Project Manager Zero Waste Cities ECOTON Tonis Afrianto.

Salah satu responden yang turut berpartisipasi dalam program ini, Supriaten mengaku senang telah ikut terlibat dalam aksi ini.

“Memilah sampah sebenarnya tidak sulit. Hanya butuh konsisten dan diedukasi sesering mungkin. Saya sudah terbiasa memilah sampah agar tidak tercampur baur. Botol-botol kadang saya donasikan,” kata warga berusia 52 tahun itu.

Sampah-sampah yang sudah terpilah akan diangkut secara terpilah juga menggunakan kendaraan roda tiga. Selama 8 hari ke depan, program ini akan mendata berapa banyak timbulan dan komposisi sampah yang berguna untuk rencana induk pengelolaan sampah kota.

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button