
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Ada 25 wanita terdeteksi kanker serviks setelah Pemkot Malang menggelar skrining gratis di 16 puskesmas sejak Senin (20/4/2026) kemarin. Jumlah ini setara dengan 4,4 persen dari total wanita yang menjalani skrining kanker serviks melalui metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat).
“Dari 563 yang sudah terscreening, sebanyak 411 orang hasil IVA-nya negatif. Sementara 25 orang positif, dan 113 lainnya masih menunggu hasil,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif.
Di samping itu, terdapat 11 peserta yang tidak dapat menjalani pemeriksaan IVA karena tidak memenuhi persyaratan medis. Antara lain peserta sedang hamil, sedang menstruasi dan melakukan hubungan seksual sebelum pemeriksaan.
Untuk kasus dengan hasil IVA positif, pihaknya telah melakukan tindak lanjut berupa terapi krioterapi di puskesmas yang memiliki fasilitas tersebut. Di Kota Malang ada 3 yakni Puskesmas Kedungkandang, Cisadea, dan Ciptomulyo.
“Yang sudah IVA positif langsung dilakukan penatalaksanaan lanjutan sesuai fasilitas yang tersedia di puskesmas,” tambahnya.
Kelompok usia yang menjadi sasaran pemeriksaan ini berada pada rentang 29-49 tahun. Kata Husnul, penyebab kanker serviks adalah infeksi virus dengan berbagai faktor risiko. Terutama kebersihan diri atau higiene yang kurang baik, serta daya tahan tubuh yang menurun juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
“Yang paling sering itu karena faktor higiene. Maka penting menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama menjaga kebersihan area kewanitaan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi mengenai cara menjaga kebersihan yang benar, seperti membasuh area kewanitaan dengan tepat setelah buang air kecil.
“Sosialisasi kami lakukan melalui 16 puskesmas. Didukung 33 pustu dan sekitar 640 posyandu sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat,” ucapnya.
Editor: Intan Refa




