Waspada, Cuaca Ekstrem Intai Kota Batu Hingga 20 Februari 2026

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Warga Kota Batu diminta untuk meningkatkan kewaspadaan selama sepuluh hari ke depan. Merujuk pada laporan resmi Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Kota Batu menjadi salah satu titik di Jawa Timur yang diprediksi akan dihantam cuaca ekstrem pada 10-20 Februari 2026.
Prakirawan BMKG Juanda Bhilda Maulida mengonfirmasi terkait adanya perpanjangan masa peringatan tersebut. Menurut penjelasannya, sebagian besar wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Batu, sedang melewati masa puncak musim penghujan. Fenomena ini imbas aktifnya Monsun Asia serta pengaruh gangguan gelombang atmosfer jenis Low Frequency dan Gelombang Rossby.
“Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan. Kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” ujar Bhilda.
Memperhatikan kondisi geografis Kota Batu yang berada di kawasan pegunungan dan memiliki banyak lereng curam, ia memberikan atensi khusus. Intensitas hujan yang tinggi dengan durasi panjang dikhawatirkan dapat memicu bencana hidrometeorologi. Mulai dari tanah longsor, luapan banjir bandang, hingga risiko pohon tumbang.
Di samping itu, para pengguna jalan juga harus berhati-hati terhadap risiko berkurangnya jarak pandang saat hujan deras serta permukaan aspal yang menjadi lebih licin.
“Wilayah dengan topografi curam atau bergunung diharapkan lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem. Selalu pantau kondisi cuaca terkini melalui citra radar cuaca sebagai langkah antisipasi dini,” tambah Bhilda.
Laman resmi BMKG dan akun media sosial @infobmkgjuanda selalu memperbarui info peringatan dini untuk durasi pendek (2-3 jam ke depan).
Terakhir, bagi penduduk Kota Batu yang menetap di lokasi rawan seperti di pinggiran sungai atau area bawah lereng, dianjurkan untuk segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan lebat mengguyur lebih dari satu jam.
Reporter: Asrur Rodzi
Editor: Intan Refa




