NewsPeristiwa dan Kriminal

WALHI Jatim: Terasering Tak Cukup Atasi Banjir di Kota Batu

Material lumpur yang terbawa arus banjir di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (Foto: Istimewa)
Material lumpur yang terbawa arus banjir di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (Foto: Istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur melihat persoalan banjir di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu merupakan akibat perambahan kawasan hutan oleh petani. Sebetulnya hal ini pun juga imbas dari berkurangnya lahan pertanian akibat pembangunan.

Ia menyebut alih fungsi lahan untuk kepentingan pariwisata dan pembangunan telah menyusutkan lahan pertanian secara signifikan. Dari semula sekitar 5.800 hektar menjadi 4.200 hektar. Kondisi tersebut mendorong petani mencari lahan baru hingga masuk ke kawasan hutan.

“Ini akibat salah urus penataan kota yang menggusur lahan pertanian. Petani akhirnya bergeser ke kawasan hutan,” jelasnya.

Baca juga:

Nurochman Identifikasi Penyebab Banjir di Bumiaji

Lantas penanganan banjir pun tidak cukup hanya dengan mendorong petani menerapkan system terasering. Tetapi juga harus menyentuh aspek ekonomi masyarakat, khususnya yang tergerus sektor pariwisata.

Pemerintah didorong untuk menyediakan alternatif mata pencaharian serta menjamin stabilitas harga hasil panen agar petani tidak terdorong merusak ekosistem.

“Kalau hanya mendorong terasering tanpa solusi ekonomi, ini akan jadi persoalan baru,” tambah Pradipa.

Rekomendasi WALHI Jawa Timur ini merupakan respon atas temuan Wali Kota Batu Nurochman menemukan banyak lahan pertanian di lereng perbukitan tidak lagi menerapkan sistem terasering, saat meninjau Kampung Besta dan Dusun Gandar.

Alih fungsi lahan dari tanaman keras seperti apel ke tanaman sayur semusim telah mengurangi kemampuan tanah menyerap air hujan. Selain itu, pola bedengan atau gulutan yang digunakan petani cenderung dibuat tanpa pematang yang kuat, sehingga rawan terkikis air.

Menurutnya, dorongan ekonomi jangka pendek membuat petani memilih pola tanam cepat panen tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan. Atas temuan ini, Nurochman berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh. Termasuk pemetaan ulang kawasan hulu serta mitigasi ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button