Wahyu Sebut Kebutuhan Pokok Aman, Warga Malang Tidak Perlu Panic Buying

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan masyarakat tidak perlu terpancing isu kelangkaan kebutuhan pokok yang berujung panic buying. Berdasarkan hasil sidak Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, baik stok BBM, LPG dan kebutuhan pokok masih tersedia dengan baik.
Pihaknya melakukan sidak di titik distribusi dan pusat perdagangan, mulai Pasar Sawojajar, Livin Plaza Hypermart, Distributor Sadar Mandiri, Perum Bulog Gadang, hingga Depo Pertamina.
“Yang penting kami mohon kepada semua pihak untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa tidak ada isu yang membuat masyarakat panic buying,” kata Wahyu.
Ia menepis isu kemungkinan habisnya stok BBM dalam waktu dekat. Jika terjadi kekosongan, hal tersebut karena proses distribusi sebelum melakukan pengisian ulang.
Baca juga:
Pertamina Jatimbalinus Proyeksikan Ada 4 Fase Puncak Mobilitas Jelang Lebaran
“Kalau ada isu stok habis itu tidak benar. Itu hanya proses penggantian saja. Sebelum benar-benar kosong, stok akan terus diisi kembali. Jadi tidak ada kelangkaan BBM,” ujarnya.
Sedangkan harga pokok, secara umum harganya juga masih relatif stabil. Meskipun terdapat kenaikan cukup tinggi pada komoditas cabai akibat faktor cuaca yang memengaruhi produksi di tingkat petani.
“Di pasar tadi kita lihat harganya masih sekitar Rp120 ribu per kilogram. Dari petani kemarin sekitar Rp80 ribu. Kenaikan ini akibat cuaca sehingga produksi berkurang,” katanya.
Ada sejumlah skenario intervensi untuk mengendalikan harga. Seperti kerja sama antar daerah (KAD) dan membuka Warung Tekan Inflasi (WTI) jika harga cabai terus meningkat.
“Kita akan rapatkan dengan TPID. Kalau memang tidak terkendali, kita akan intervensi, salah satunya melalui Warung Tekan Inflasi,” ujar Wahyu.
Sementara itu, untuk komoditas beras, pasokan dalam kondisi aman. Berdasarkan informasi dari Perum Bulog, cadangan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga lebih dari 10 bulan ke depan.
“Bulog menyampaikan stok beras aman dan siap disalurkan, termasuk untuk program SPHP dan bantuan pangan,” kata Wahyu.
Fuel Manager Pertamina Malang, Doly Pratama Yudha mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI).
“Stok BBM insyaallah aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik. Isu yang menyebut BBM akan habis dalam 20 hari itu tidak benar,” ujar Doly.
Pertamina menyiapkan mobil tangki cadangan berkapasitas 24 kiloliter di titik-titik rawan kemacetan.
Ada empat titik, masing-masing dua di Kota Batu, satu di Blitar dan satu di Malang Selatan.
Editor: Intan Refa




