Sejumlah Penarik Becak Listrik Kota Malang Balik ke Bentor, Ini Alasannya

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Sejumlah penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Kota Malang mengeluhkan sejumlah kendala teknis. Mulai dari kualitas aki, kapasitas daya angkut hingga fasilitas pengisian daya (charging).
Ada sejumlah becak listrik yang tidak beroperasi dan terparkir di rumah pemiliknya karena mengalami kerusakan sejak awal. Sukir, salah satunya.
“Ini sudah akinya soak sejak awal dikasih,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Sukir sebelumnya mengoperasikan becak listriknya di Pasar Besar Malang. Namun karena masalah aki, kendaraan tersebut tidak bisa berfungsi optimal. Akibatnya, ia terpaksa kembali menggunakan becak motor (bentor) untuk tetap bisa bekerja.
Baca juga:
200 Penarik Becak Kota Malang Terima Bantuan Becak Listrik
Keluhan serupa juga dirasakan Mat Soleh, penarik becak yang biasa mangkal di Ramayana. Ia mengaku becak listrik tidak mampu mengangkut dua penumpang sekaligus.
“Kalau muat dua orang tidak kuat. Sekarang saya sewa becak motor Rp10 ribu sehari. Ya saya Butuh makan tiap hari,” katanya.
Tidak jarang, bahwa meski aki sudah mereka cek dan terisi penuh, kendaraan tetap tidak bisa menyala secara normal. Kondisi ini membuatnya memilih menyimpan becak listriknya di rumah dan kembali menggunakan bentor untuk mencari nafkah.
Begitu pula Sugiyono, penarik becak lain. Menurutnya selain persoalan teknis, kendala besar juga terletak pada fasilitas pengisian daya yang belum memadai.
“Biasanya ngecas di rumah. Tidak ada pos khusus untuk ngecas,” ungkapnya.
Para penarik becak listrik ini berharap Pemerintah Kota Malang dapat menyediakan titik pengisian daya khusus agar bantuan ini berguna lebih maksimal. Selama ini, pengisian daya dilakukan secara mandiri di rumah atau tempat seadanya, yang dinilai kurang efektif.
Meski program bantuan tersebut bertujuan baik, mereka berharap adanya evaluasi menyeluruh. Khususnya pada kualitas komponen dan kesiapan infrastruktur.
“Harapannya ada perbaikan dan perhatian dari pemerintah kota,” harap Sugiono.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




