NewsPemerintahan

Pucuk Pimpinan Kepolisian Malang Raya Berganti

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana saat pisah sambut. (Foto: Heri Prasetyo)
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana saat pisah sambut. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, MALANG RAYA – Pucuk pimpinan kepolisian resor di Malang Raya berganti. Kepala Polresta Malang yang semula dijabat oleh Kombes Pol Nanang Haryono, beralih kepada Kombes Pol Putu Kholis Aryana.

Sementara Nanang Haryono kini mendapat promosi jabatan sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung. Kombes Pol Putu Kholis bukanlah sosok baru di Malang.

Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolres Malang, lalu kemudian menjadi Kapolres Tanjung Priok dan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

“Saya sadar saya bukan orang baru. Mohon berkenan menerima saya kembali, lengkap dengan segala kelemahan dan kekurangan saya. Saya mohon dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak,” ujar Putu Kholis, Rabu (14/1/2026).

Ia berjanji pihaknya akan lebih mengedepankan transparansi dan penghormatan terhadap HAM, sejalan dengan pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru. Putu juga menyinggung kedekatannya dengan masyarakat Malang, khususnya dalam pendampingan para penyintas dan korban Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

“Saya ingin lebih banyak mendengar. Interaksi polisi dengan masyarakat tidak hanya formalitas, tetapi lebih fleksibel dan saling memahami,” katanya.

AKBP Andi Yudha Pranata memberikan ucapan perpisahan saat pisah sambut. (Foto: Istimewa)
AKBP Andi Yudha Pranata memberikan ucapan perpisahan saat pisah sambut. (Foto: Istimewa)

Sementara itu di Kota Batu, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata juga mendapat amanah baru sebagai Kapolres Mojokerto. Sementara jabatan Kapolres Batu diemban oleh AKBP Aris Purwanto.

Sejak mulai bertugas di Kota Batu pada Juli 2024, Andi Yudha Pranata menorehkan sejumlah catatan penting, salah satunya dalam penanganan lalu lintas di kawasan wisata. Dalam pisah sambut pada Rabu (14/1/2026), Andi berpesan agar berbagai upaya penataan lalu lintas yang telah dilakukan dapat dilanjutkan oleh Kapolres Batu yang baru.

“Isu paling utama kalau bicara wisata itu saya melihat orang-orangnya dulu. Masalahnya apa? Batu macet. PR saya, alhamdulillah dua tahun berturut-turut isu macet tidak muncul di media,” ujar Andi Yudha.

Menurutnya, keterbukaan informasi publik, termasuk komunikasi yang baik dengan media, menjadi kunci dalam membangun citra positif kepolisian. Transparansi terkait kondisi di lapangan mampu mencegah munculnya isu-isu negatif, termasuk soal kemacetan.

Selain persoalan lalu lintas, Andi juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan anggota kepolisian. Ia menyebut peningkatan kesejahteraan dapat dilakukan melalui penguatan badan koperasi di Polres Batu, khususnya yang menangani Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batu.

“Walaupun ada keterlambatan pembangunan, saya cukup optimis karena sekitar 90 persen SPPG Kota Batu sudah terbangun. Kalau nanti sudah beroperasi dan dikelola Polres Batu, mudah-mudahan bisa menjadi tambahan take home pay yang luar biasa bagi anggota,” jelasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batu Abdullah Thohir berharap kebijakan penanganan sound horeg yang diterapkan pada masa kepemimpinan Andi Yudha dapat terus dilanjutkan.

“Yang tadinya sampai dua hari, alhamdulillah sekarang di Kota Batu sudah dibatasi dengan ukuran tertentu dan waktunya juga dibatasi sampai jam 11 malam,” ujarnya.

Begitu pula dengan Kabupaten Malang. Kapolres Malang yang semula dijabat oleh AKBP Danang Setiyo Pambudi, kini beralih kepada AKBP Muhammad Taat Resdianto. Sedangkan Danang sendiri mendapat promosi sebagai Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Dengan pergantian kepemimpinan ini, pimpinan kepolisian yang baru ini dapat melanjutkan berbagai kebijakan positif demi menjaga kenyamanan, keamanan, dan citra kota.

Reporter: Heri Prasetyo, Asrur Rodzi

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button