
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Apa yang muncul di pikiran Anda Ketika mendengar pencak silat? Barangkali yang muncul adalah berita kekerasan atau tawuran yang sering kita saksikan di media massa.
Padahal, pencak silat sesungguhnya memiliki unsur filosofis yang mengajarkan nilai-nilai leluhur. Seperti disiplin, rasa hormat dan spiritualitas. Pesilat sejati yang memahami nilai-nilai tersebut, tidak akan mengarahkan ilmu bela dirinya pada tindakan kekerasan yang provokatif.
Maka tidak heran jika salah satu rumpun bela diri ini memiliki banyak sekali pengikut. Tak terkecuali di Kota Malang.
Ada ribuan pesilat yang tergabung ke dalam 15 perguruan silat dan bernaung di bawah organisasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang. Ketua IPSI Kota Malang Drs H Parso Adiyanto mengatakan silat merupakan keterampilan asli nenek moyang. Terutama saat berburu dan berperang di zaman dahulu.
“Ini warisan dari leluhur bangsa Indonesia. Budaya asli nenek moyang kita, sudah turun temurun dari jaman dulu. Kalau dulu belum dipertandingkan. Kalau sekarang ada di PON, Sea Games dan Asian Games,” kata Parso.
Pencak silat tidak hanya sekedar memukul dan menyerang, tapi ada sisi estetikanya. Paling mencolok adalah adanya senjata tradisional yang digunakan saat bertanding pada kategori jurus tunggal kreasi.
Ada beberapa jenis kategori seni bela diri pencak silat.
“Pertama adalah fight, sejenis perkelahian bebas yang diatur, ada yang boleh dipukul ada yang tidak. Ada aturan mainnya dan sudah berstandar internasional. Kedua solo wajib versi IPSI di mana semua gerakan harus sama. Ketiga solo kreatif jadi kreasi masing-masing negara, kota atau kabupaten,” lanjutnya.
Kata Parso, sejauh ini prestasi yang ditorehkan oleh para atlet silat relatif berfluktuasi karena memang persaingan antar daerah cukup ketat. Akan tetapi tahun ini tampak ada kemajuan yang lebih pesat. Cabor ini berhasil membawa pulang 1 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu.
Melihat animo generasi muda terhadap pencak silat, sudah waktunya kita sebagai warga Kota Malang memberikan dukungan kepada mereka untuk meneruskan regenerasi yang lebih positif.
Editor: Intan Refa




