NewsOlahraga

Pencak Silat Ajari Dani Kekuatan Mental dan Spiritual

Atlet pencak silat Kota Malang Ahmad Ramadani. (Foto: IPSI Kota Malang)
Atlet pencak silat Kota Malang Ahmad Ramadani. (Foto: IPSI Kota Malang)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Ahmad Ramadani merupakan salah satu atlet pencak silat yang mewakili Kota Malang dalam ajang Porprov IX Jawa Timur tahun 2025. Pemuda 23 tahun berhasil membawa pulang medali perunggu pada kategori ganda putra.

Dulunya, Dani tidak memiliki ketertarikan sama sekali terhadap pencak silat. Tapi sesekali dia mengamati, perlahan-lahan muncul rasa penasaran dan ingin mencoba.

Barulah, sang kakak kemudian mengajaknya bergabung di perguruan silat bernama Pencak Silat Angkatan Muda Rasio (PAMUR). Di sinilah, Dani mempelajari banyak hal.

“Di perguruan saya itu tidak ada hal-hal anarkis. Jadi kalau ada yang membicarakan pencak silat itu yang suka tawuran, itu hanya oknum. Tidak semua perguruan silat itu seperti itu. Beberapa hal yang diajarkan ada mental, spiritual dan olahraga,” terang Dani.

Setelah semakin mendalami ilmu bela diri ini, prestasi Dani perlahan juga melambung. Menang kalah adalah hal biasa. Tapi yang terpenting adalah dukungan orang tuanya yang terus mengalir.

“Prestasi pertama di Kejuaran Provinsi di Banyuwangi, terus ikut lomba-lomba tingkat Kota Malang. Lalu ada Malang Championship 1,2 dan 3. Sempat juara di Pomprov, Porprov sama Pomnas. Kalau Pomprov Juara 1 dapat medali emas, Porprov dapat juara 3, terus di Pomnas juara 2,” lanjutnya.

Kecintaannya pada bela diri ini juga berhasil menempa kepribadiannya yang berguna dalam kehidupannya sehari-hari. Selain terlatih disiplin, konsisten dan tegas, silat juga mengajarkan kesabaran.

“Tidak mudah emosi, bisa menahan diri. Ketika kita diejek atau dihina sama orang, kita diajarkan untuk menahan emosi dan amarah. Guru saya pernah bilang kamu dihina sekali boleh ditahan, dihina dua kali ditahan, tapi kalau sudah tiga kali terserah kamu mau apa,” tegasnya.

Selanjutnya, Dani bertekad ingin lolos ke ajang yang lebih tinggi yang persaingannya jauh lebih ketat yaitu Pekan Olahraga Nasional atau PON.

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button