NewsPemerintahan

Pemkot Batu Buka Opsi Batasi Operasional Kendaraan Berat

Truk Izusu menghantam tiang listrik usai menabrak 4 kendaraan beruntun. (Foto: Asrur Rodzi)
Truk Izusu menghantam tiang listrik usai menabrak 4 kendaraan beruntun. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Kecelakaan beruntun akibat kegagalan sistem pengereman truk di Jalan Patimura, mendorong Pemerintah Kota Batu mengevaluasi pengawasan kelayakan kendaraan angkutan. Wali Kota Batu Nurochman akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mengkaji ulang jam operasional kendaraan berat.

Opsi pembatasan waktu melintas di jalur tertentu yang memiliki risiko tinggi menjadi salah satu yang akan dibahas.

“Saya akan bicarakan dengan dinas perhubungan mengenai ketentuan jam operasional atau pembatasan kendaraan berat guna meminimalisir risiko kecelakaan di jam-jam padat,” tambahnya.

Selain pengaturan jam operasional, ia juga menyoroti kepatuhan terhadap prosedur Uji KIR sebagai aspek krusial dalam menjamin keselamatan lalu lintas. Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan oleh pemerintah tidak akan optimal apabila tidak berbarengan dengan kelaikan teknis kendaraan dari pihak operator.

“Pemerintah Kota sebenarnya sudah rutin melakukan evaluasi dan ramp check pasca kejadian beberapa bulan lalu. Namun kami menekankan kembali kepada pemilik perusahaan angkutan atau PO untuk lebih proaktif mengontrol kendaraan,” ujar Nurochman, Kamis (19/2/2026).

Sedangkan mitigasi jangka panjangnya, pemerintah tetap memfasilitasi pengguna jalan dengan perbaikan Penerangan Jalan Umum dan penambahan kamera CCTV sebagai sarana pendeteksi.

“Poin utamanya adalah kepatuhan terhadap aturan kepolisian dan pengecekan rutin kendaraan. Jika infrastruktur sudah kita tata tetapi pihak pengusaha angkutan tidak melakukan evaluasi mandiri terhadap armadanya, maka potensi bahaya tetap ada,” tegasnya.

Di sisi lain, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Batu Hari Juni Susanto mengatakan bahwa inisiatif pemilik perusahaan atau kendaraan untuk melakukan uji KIR masih relatif rendah.

“Para pengusaha atau driver kurang antusias. Di Kota Batu ada sekitar 7 ribuan kendaraan, tapi tidak semua mau cek,” kata Hari Juni kepada City Guide FM via on air.

Menurutnya, hal ini akibat dari sanksi yang kurang memberikan efek jera apabila ada yang lalai melakukan uji KIR.

Reporter: Asrur Rodzi, Yolanda Oktaviani

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button