Pedagang Pasar Gadang Sambut Baik Perbaikan Jalan

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pemerintah Kota Malang memprioritaskan perbaikan Jalan Pasar Gadang pada tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp14,98 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Proyek ini mencakup pengecoran jalan utama sepanjang kurang lebih satu kilometer serta pembangunan jalan kembar di depan pasar.
Rencana tersebut mendapat dukungan dari para pedagang Pasar Gadang yang selama bertahun-tahun merasakan dampak buruk kondisi jalan. Salah satunya Rudi Wiyino (36), pedagang buah yang telah berjualan selama puluhan tahun di pasar itu.
“Menurut saya bagus. Ke depannya bisa lebih baik untuk penjualan kita di pasar,” ujar Rudi kepada City Guide FM, Kamis (5/2/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi jalan yang rusak, becek saat hujan, serta akses yang macet sering membuat pembeli enggan datang. Selain itu, persoalan parkir yang semrawut juga memperparah keadaan.
“Jelas ngaruh. Jalannya macet, becek, orang malas beli. Parkir juga sulit,” katanya.
Rudi menambahkan bahwa Pemkot Malang telah melakukan sosialisasi sejak beberapa bulan lalu terkait rencana perbaikan jalan dan relokasi pedagang sementara. Lokasi pemindahan disebut berada di sebelah barat pasar, tepatnya di belakang bekas pasar ikan lama.
“Tempatnya sekarang masih sekitar 70 persen jadi. Kita nunggu rapat berikutnya soal kepastian pindahnya kapan,” jelasnya.
Senada dengan Rudi, M Soleh (47) pedagang ikan pindang yang telah 15 tahun berjualan di Pasar Gadang, menilai perbaikan jalan sangat dibutuhkan untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan.
“Siang malam macet terus. Jalannya berlubang-lubang, sering orang jatuh. Kalau nanti dilebarkan alhamdulillah bisa lebih lancar,” ujar Soleh.
Ia mengakui, selama ini aktivitas bongkar muat ikan di sore hari membuat jalan semakin menyempit. Meski relokasi pedagang diperkirakan akan mempengaruhi penjualan di awal, ia tetap mendukung proyek tersebut.
“Awalnya mungkin pembeli masih nyari tempat baru, tapi lama-lama pasti terbiasa,” katanya.
Soleh menyebut, informasi relokasi disampaikan melalui koordinator pedagang masing-masing komoditas. Lokasi baru berada di arah selatan pasar dan progres pembangunannya telah mencapai sekitar 65 persen.
“Rencananya pindah sekitar bulan April kalau nggak ada kendala. Tapi banyak yang berharap setelah Lebaran saja biar nggak repot,” tambahnya.
Sementara itu, Ratna Dewi (39) pedagang sembako yang sudah lima tahun berjualan di Pasar Gadang, mengatakan kondisi jalan yang rusak sangat berdampak pada penurunan jumlah pembeli.
“Penting banget diperbaiki, ini satu-satunya akses ke pasar induk. Jalannya rusak, orang males belanja,” ucap Ratna.
Ia mengungkapkan bahwa penjualan sempat turun hingga hampir 50 persen, apalagi daya beli masyarakat saat ini melemah.
“Sudah ada rapat dari pihak pasar. Rencananya setelah lebaran kita pindah ke tempat baru yang disiapkan pemerintah di bagian timur,” jelasnya.
Menurut Ratna, relokasi tersebut bukan bersifat sementara, melainkan pemindahan permanen. Karena area lama akan digunakan untuk pelebaran jalan raya.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




