Nurochman Identifikasi Penyebab Banjir di Bumiaji

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Pasca banjir yang menerjang kawasan permukiman di Kecamatan Bumiaji pada Senin (30/3/2026) kemarin, Wali Kota Batu Nurochman melakukan identifikasi penyebab pasti munculnya material lumpur.
Bersama sejumlah jajaran terkait, Nurochman menyisir area mulai dari aliran Kali Krecek di Dusun Banyuning hingga pemukiman warga di Kampung Besta, Selasa (31/3/2026).
“Hari ini kita melakukan tinjauan langsung ke beberapa titik, mulai dari Kali Krecek hingga Dusun Gandar. Kita ingin memastikan dari mana kontribusi air dan lumpur ini berasal agar langkah penanganannya tepat sasaran,” ujarnya.
Baca juga:
DPRD Kota Malang Kritik Penanganan Banjir Lamban
Dalam pantauannya di Dusun Gandar, Desa Tulungrejo, ia menemukan kerusakan aspal (terkelupas) sepanjang kurang lebih 50 meter akibat gerusan arus air yang sangat kuat. Selain itu, ia juga mendapati drainase dan aliran irigasi yang tersumbat material sampah dan sedimentasi lumpur.
Berdasarkan hasil pengamatan itu, Nurochman menyimpulkan ada pengaruh dari perubahan tata guna lahan di wilayah hulu yang memicu tingginya debit air. Termasuk pola tanam di lereng perbukitan yang kini banyak beralih ke tanaman sayur tanpa dukungan sistem terasering yang memadai.
“Kami melihat ada potensi dampak dari alih fungsi lahan. Kondisi ini yang menyebabkan air tidak tertahan di atas dan langsung turun membawa erosi ke jalan serta rumah warga. Judulnya tetap sama, kelestarian lingkungan harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya.
Terkait langkah selanjutnya, pihaknya menyatakan belum bisa mengambil kesimpulan menyeluruh hari ini. Akan tetapi, mantan anggota legislatif ini akan segera menggelar rapat koordinasi dengan BPBD, Dinas PUPR, serta Perhutani untuk menyusun treatment jangka pendek dan jangka panjang.
“Setelah pemetaan ini selesai, kami akan rapatkan untuk mengambil kesimpulan. Yang jelas, mitigasi harus dilakukan secepat mungkin. Agar saat hujan deras kembali turun, dampaknya tidak semakin parah bagi masyarakat,” tutupnya.
Editor: Intan Refa




