NewsOlahraga

Kriket Memang Kurang Populer, di Kota Malang Prestasi Moncer

Atlet cabor cricket yang bertanding dalam Porprov IX Jatim 2025. (instagram.com/cricketkotamalang)
Atlet cabor cricket yang bertanding dalam Porprov IX Jatim 2025. (instagram.com/cricketkotamalang)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Kriket tergolong olahraga tertua di dunia yang muncul pertama kali di Inggris pada tahun 1598. Olahraga ini lambat laun menyebar dan populer di sejumlah negara, khususnya negara persemakmuran Inggris.

Di Indonesia sendiri, kriket baru muncul pada tahun 1880-an dan mulai populer pada tahun 1992. Hingga saat ini, popularitas olahraga kriket di Indonesia tampaknya memang belum sebesar cabang olahraga lainnya.

Padahal, di level internasional, kriket berada di jajaran peringkat atas olahraga terpopuler. Sekretaris Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Malang Taufik mengatakan kriket baru masuk di Kota Malang pada tahun 2017. Dan baru masuk menjadi olahraga resmi Porprov Jawa Timur pada tahun 2025 kemarin.

Sekilas, cara bermain kriket memiliki kesamaan dengan olahraga kasti yang lebih popular di Indonesia.

“Kalau pertandingannya itu dua tim, bertanding secara gantian. Ada yang mukul, ada yang jaga. Tim yang memukul itu yang bertugas mencari poin sedangkan yang jaga untuk menahan poin,” kata Taufik.

Turnamen kriket Kota Malang sebenarnya ada beberapa. Selain event resmi dari PCI Jawa Timur, tim kriket Kota Malang sempat mengikuti Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) di Blitar setelah agenda Porprov 2025.

“Terus kita mengirim tim ke Kejurnas di Bali atas nama Jawa Timur, di mana Kota Malang mengirimkan beberapa atlet untuk berlaga. Selanjutnya ada event mahasiswa, kita kerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan UM yang nantinya mengirimkan atletnya kemarin di Cibubur dan itu dapat juara 2,” lanjutnya.

Walaupun cara bermainnya hampir mirip dengan kasti, ada sejumlah perbedaan tata cara permainannya. Dari segi jumlah pemain, kriket dimainkan oleh 1 tim berisi 11 orang, sedangkan kasti rata-rata 6-12 orang.

Alat pemukul kriket berbentuk datar dari kayu, sedangkan kasti mirip tongkat. Lalu, cara mencetak skor, pemain kriket harus berlari bolak-balik di lintasan pitch setelah memukul bola. Sedangkan kasti, setelah pemain memukul bola harus berlari hinggap dari satu tiang ke tiang lain, dan seterusnya.

Saat pertandingan kriket perdana di Porprov Jawa Timur IX tahun 2025 kemarin, kriket Kota Malang langsung tancap gas dengan menyumbang 5 medali emas dan 2 medali perak. Padahal semula pihaknya hanya menargetkan 1 medali emas saja.

Artinya, cabang olahraga yang selama ini kurang populer pun menyimpan potensi besar bila dikelola dengan serius. Dengan semakin banyaknya agenda kompetisi, kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta pembinaan yang terus berjalan, kriket akan bisa menemukan tempatnya di hati masyarakat Malang.

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button