Kota Malang KLB Campak, Segera Imunisasi Buah Hati Anda

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat sepanjang tahun 2025, tercatat ada dua kasus positif campak dan 300 suspek (berpotensi tertular) campak. Temuan itu muncul di wilayah Janti dan Kedungkandang. Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Malang Wirantika Putri memastikan kondisi ini telah membuat Kota Malang masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
“Sebagian besar menyerang anak usia di bawah dua tahun. Kelompok usia itu, seharusnya sudah mendapatkan imunisasi campak. Namun mayoritas kasus ditemukan pada anak yang belum diimunisasi,” ungkapnya.
Beberapa faktor penyebabnya antara lain kekhawatiran orang tua terhadap efek vaksin hingga ketakutan berlebihan terhadap imunisasi. Beruntung, seluruh pasien positif sudah dinyatakan sembuh. Tapi pihaknya menilai potensi penularan masih sangat tinggi.
Sebagai langkah pencegahan, dinas Kesehatan akan menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) Campak secara serentak pada 2-6 Februari 2026 mendatang. ORI Campak akan berlangsung serentak di seluruh puskesmas dan posyandu di Kota Malang.
“Sasaran imunisasi terbagi menjadi dua yakni anak usia 9 bulan hingga 56 bulan dan 5 tahun sampai 9 tahun. Sebelum imunisasi,anak tetap akan menjalani proses skrining kesehatan untuk memastikan kondisi tubuhnya layak menerima vaksin,” lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga membuka layanan imunisasi kejar bagi anak yang belum lengkap atau tertinggal jadwal imunisasinya. Jadi orang tua yang tidak bisa mengikuti jadwal posyandu maupun pelaksanaan ORI/ dapat langsung mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar anak tetap mendapatkan perlindungan dari penularan campak.
Dokter Spesialis Anak RSUD Kota Malang dr Husnul Asariati menegaskan campak ini sangat mudah menyebar dan berbahaya bagi anak-anak. Virus penyebab campak yakni Morbillivirus yang menyebar melalui udara, percikan batuk hingga permukaan benda bersentuhan dengan penyintas.
“Setiap satu penderita bisa menularkan penyakit ini ke 19 orang di sekitarnya. Gejala awal campak biasanya berupa demam tinggi, batuk, pilek dan mata merah. Sebelum akhirnya muncul bercak di kulit,” terangnya.
Jika tidak tertangani dengan baik, penyakit campak bisa menimbulkan komplikasi serius seperti bronkopneumonia, gangguan pencernaan, infeksi mata hingga kebutaan bahkan infeksi pada otak yang berisiko fatal. Maka, imunisasi menjadi cara paling efektif untuk mencegah campak.
Sebab, anak yang sudah mendapatkan imunisasi dua kali memiliki kekebalan yang lebih baik dan cenderung mengalami gejala lebih ringan jika terinfeksi. Namun, apabila ada anak yang menunjukkan gejala campak segera periksakan dan isolasi sementara untuk mencegah penularan lebih lanjut. (FARICHA UMAMI)
Editor: Intan Refa




