
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Dinas Kesehatan Kota Malang meminta masyarakat tak perlu khawatir soal Influenza A Subtipe H3N2 Clade K atau Superflu. Asalkan tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama bagi kelompok rentan.
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menegaskan bahwa virus tersebut sebenarnya merupakan influenza biasa yang mengalami mutasi. Ia menilai tidak ada karakteristik khusus yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan oleh masyarakat.
“Secara medis, ini tetap influenza A. H3N2 adalah salah satu subtipe yang bermutasi dan mutasi virus itu hal yang wajar. Jadi bukan influenza yang ‘super’ atau mematikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kasus-kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang mengarah ke influenza telah melalui proses surveilans ketat. Sampel pasien dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBKM) di Surabaya, yang menjadi rujukan wilayah Indonesia Timur. Meliputi Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
“Jika dari BBKM ada kecurigaan, sampel akan dikirim lagi ke balai besar laboratorium biologis untuk pemeriksaan lanjutan menggunakan metode whole genomic sequencing (WGS). Seperti saat pandemi COVID-19,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, kasus Superflu di Kota Malang telah terdeteksi sejak September berjumlah satu kasus, Oktober satu kasus dan meningkat pada November menjadi 15 kasus. Total terdapat 17 kasus yang seluruhnya telah termonitor dengan baik.
“Kontak erat sudah diperiksa, dan tidak ditemukan adanya transmisi lanjutan. Sampai saat ini kondisinya terkendali dan tidak ada laporan kematian,” ungkapnya.
Terkait langkah pencegahan, pihaknya tidak menetapkan protokol khusus. Namun ia mengimbau masyarakat untuk belajar dari pandemi COVID-19 dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Kalau beraktivitas di luar, pakai masker. Sebelum menyentuh mulut, hidung, dan mata, pastikan cuci tangan. Ini langkah preventif yang sederhana tapi efektif,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya daya tahan tubuh atau imunitas, baik yang terbentuk secara alami maupun melalui vaksinasi. Meski tidak ada program vaksin khusus, vaksin influenza yang ada saat ini masih relevan.
“Vaksinnya vaksin influenza biasa. Virusnya sama, hanya mengalami perubahan atau mutasi. Dan sampai sekarang, tidak ada kematian akibat kasus ini,” pungkasnya.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




