NewsOlahraga

Haikal, Atlet Silat yang Sumbang Medali Emas untuk Kota Malang

Atlet silat, Haikal bersama kedua orangtuanya usai pertandingan Porprov IX Jatim 2025. (instagram.com/mhmmdnurhaikal)
Atlet silat, Haikal bersama kedua orangtuanya usai pertandingan Porprov IX Jatim 2025. (instagram.com/mhmmdnurhaikal)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Muhammad Nur Haikal Sayyidina Ali menjadi salah satu atlet silat yang berhasil menyumbangkan medali emas untuk Kota Malang dalam Porprov IX Jatim 2025. Ia unggul pada kategori solo kreatif.

Sejak memasuki usia SMP, Haikal memang sudah menaruh ketertarikannya pada seni bela diri pencak silat. Ia mengaku terinspirasi dari para atlet senior yang berhasil membawa nama besar mereka ke sejumlah pertandingan bergengsi.

“Saya melihat atlet-atlet yang sudah tingkat nasional seperti Asian Games, jadi inspirasi saya dari situ. Saya ingin menjadi atlet seperti itu,” kata Haikal.

Kata Haikal, dalam cabang olahraga silat terdapat beberapa jenis kategori. Ada fight atau bertarung, ada juga seni yang semua gerakannya seragam.

“Yang membedakannya adalah ekspresi, gerakan patah-patahnya sama waktunya juga harus pas. Kalau yang fight itu penilaiannya sebanyak apa dia menyerang. Sedangkan solo kreatif hampir sama dengan seni tunggal,” lanjut siswa SMAN 6 Kota Malang ini.

Keseriusannya berlatih ini terlihat dari bagaimana ia selalu unggul dalam setiap pertandingan yang dia ikuti. Bahkan sejak pertama kali ikut bertanding.

“Event pertama di Batu Championship 2 tahun 2023 dapat perak. Event selanjutnya O2SN tingkat Kota juara 1 tahun 2024, lanjut ke O2SN Surabaya tingkat Jawa Timur (O2SN) masuk 8 besar aja,” sambung Haikal.

Nah, saat seleksi calon atlet Porprov IX kemarin, Haikal juga ikut berpartisipasi. Namun ternyata ia harus legowo ketika harus ada di posisi kedua.

“Ternyata yang juara 1 seleksi kota itu digeser karena ada kendala dan didiskualifikasi. Baru akhirnya saya maju Porprov dan alhamdulilah juara 1,” ungkapnya.

Prestasinya ini tak lepas dari dukungan penuh kedua orang tuanya. Apalagi ayahnya yang juga seorang atlet silat dan taekwondo.

Berkat pencak silat, Haikal juga belajar soal kerja keras, pengorbanan dan rasa percaya diri. Pesilat muda ini tentu tidak akan berhenti sampai di sini.

Saat ini, Haikal sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA, yang akan digelar dalam waktu dekat. Pelan tapi pasti, ia bertekad bisa melaju ke ajang kompetisi ke jenjang yang lebih tinggi. (adv)

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button