NewsTransportasi

H+1 Lebaran Diprediksi Jadi Puncak Kepadatan di Kota Batu

Wakapolres Batu AKP Anton Widodo. (Foto: Asrur Rodzi)
Wakapolres Batu AKP Anton Widodo. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Kota Batu diprediksi mengalami puncak kepadatan lalu lintas justru setelah Hari Raya Idulfitri. Karakteristik Kota Batu sebagai kota wisata membuat lonjakan kendaraan terjadi saat masyarakat mulai melakukan perjalanan liburan keluarga.

Wakapolres Batu AKBP Anton Widodo menjelaskan bahwa arus mudik yang berlangsung pada 18-19 Maret tidak akan memberikan dampak kepadatan signifikan di dalam kota. Sebaliknya, kewaspadaan penuh justru diarahkan pada periode setelah Lebaran ketika wisatawan mulai berdatangan.

“Biasanya jumlah pemudik ini tidak terlalu signifikan ya kenaikannya. Tapi untuk kunjungan wisata-lah. Batu itu lebih banyak di jumlah kunjungan wisata,” jelas Anton.

Berdasarkan prediksi kepolisian, pergerakan kendaraan akan mulai meningkat secara bertahap pada periode 15 hingga 20 Maret 2026. Namun, estimasi lonjakan paling signifikan terjadi pada 22-25 Maret, ketika sejumlah destinasi wisata utama di Kota Batu mulai padat pengunjung.

Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sejumlah jalur utama. Anton menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengamanan pada momen libur Lebaran.

Dinas Perhubungan Kota Batu misalnya, telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas serta pemantauan pergerakan kendaraan secara real-time di sejumlah simpul transportasi utama. Dari sisi infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiagakan alat berat di beberapa titik rawan bencana.

Seperti kawasan Payung dan Kecamatan Ngantang guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Selain itu, perbaikan jalan prioritas serta kesiapan rest area juga menjadi perhatian untuk memastikan kelayakan jalur wisata bagi kendaraan yang melintas.

“Operasi ini juga mencakup aspek kebutuhan pokok masyarakat. Disperindag akan terus melakukan monitoring distribusi pangan dan stabilisasi harga untuk mencegah kelangkaan bahan pokok selama Ramadan dan Idul Fitri,” jelas Anton.

Dengan pola pengamanan yang terencana, pihaknya berharap sektor pariwisata tetap bergerak dinamis tanpa mengganggu ketertiban lalu lintas dan keamanan masyarakat selama libur Lebaran 2026.

Reporter: Asrur Rodzi

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button