Disparta Kota Batu Cermati Keamanan Wahana Atraksi

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Libur panjang Lebaran 2026, Dinas Pariwisata Kota Batu memperketat pengawasan terhadap kelaikan wahana permainan di seluruh destinasi wisata. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto menjelaskan bahwa pengecekan tidak hanya pada kondisi fisik wahana, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.
Dalam prosesnya, Onny menggandeng Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk melakukan audit kompetensi. Sekaligus memastikan seluruh tenaga teknis memiliki sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Pengecekan wahana sangat krusial. Kami memastikan kapan terakhir uji kelayakan dan bagaimana kondisi teknisnya sebelum menerima ribuan pengunjung,” tegas Ony.
Berdasarkan hasil monitoring sementara, mayoritas wahana di Kota Batu dalam kondisi layak operasional. Temuan yang muncul di lapangan masih tergolong ringan. Seperti kebutuhan penambahan fasilitas kebersihan dan toilet di beberapa titik.
Pihak pengelola destinasi pun telah diminta untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut sebelum puncak kunjungan wisata dimulai. Selain mengantisipasi wisatawan domestik, Onny juga mencermati adanya tren peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
“Ada kecenderungan kenaikan dari pengunjung wisatawan dari mancanegara. Itu ada kenaikan. Nah, salah satu upaya kami yaitu melakukan promosi tentu saja support dari Kementerian Pariwisata,” jelasnya.
Kondisi ini membuat standar keamanan menjadi perhatian utama, tidak hanya untuk perlindungan pengunjung, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan pasar internasional.
Targetkan 1 juta kunjungan
Onny juga memprediksi ada lonjakan besar kunjungan wisatawan pada musim libur Lebaran 2026. Momentum unik ketika libur Idulfitri berbarengan dengan hari raya Nyepi di Bali, arus wisatawan kemungkinan akan bergeser menuju destinasi di Jawa Timur, khususnya Kota Batu.
Ia mengestimasikan jumlah kunjungan selama satu bulan masa libur Lebaran bisa menyentuh angka 1 juta wisatawan. Dari sisi mobilitas, diperkirakan akan ada sekitar 240.000 kendaraan yang masuk ke Kota Batu setiap harinya pada masa puncak liburan tersebut.
“Tahun ini libur Lebaran berbarengan dengan libur Nyepi. Sehingga kemungkinan besar wisatawan yang mungkin merencanakan libur ke Bali bisa jadi bergeser ke sekitar Jawa Timur, dan Batu adalah salah satu destinasi favorit. Kami berharap ini bisa mendongkrak jumlah kunjungan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Menyambut potensi lonjakan tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif. Fokus utama koordinasi meliputi rekayasa lalu lintas serta penataan infrastruktur jalan. Ony menegaskan bahwa kondisi infrastruktur menuju Kota Batu saat ini sudah dinyatakan “mantap” dan sangat layak untuk menyambut kendaraan wisatawan.
Begitu pula pengaturan alur masuk kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik vital. Koordinasi dengan kementerian terkait juga dilakukan untuk menyelaraskan promosi domestik, terutama menyasar pasar Jakarta yang menunjukkan tren kenaikan minat.
Ia juga mengimbau para pelaku usaha pariwisata untuk memberikan pelayanan maksimal untuk menjaga citra Kota Batu yang ramah dan nyaman.
Editor: Intan Refa




