
CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Empat korban kecelakaan di Jalan Patimura yang menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Hasta Brata terus menunjukkan perkembangan. Kepala Subbidang Kedokteran Kepolisian (Kasubbid Dokpol) dr Aulia SPM mengatakan dua orang korban telah diizinkan pulang setelah melalui proses observasi dan triase di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Sebab, keduanya hanya mengalami luka ringan sehingga kondisi kesehatannya cukup stabil untuk menjalani pemulihan secara mandiri di rumah masing-masing.
Meski boleh pulang sejak hari pertama, pihak rumah sakit tetap memberikan catatan medis khusus agar korban segera kembali ke rumah sakit jika merasakan keluhan atau kondisi yang memburuk selama di rumah.
Sementara itu, dua korban lainnya saat ini masih mendapatkan penanganan serius dari tim medis spesialis. Salah satu korban, Zezen Ardianto harus segera menjalani operasi karena mengalami luka yang cukup dalam di bagian kepala. Kondisi ini memerlukan tindakan pembedahan segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Baca juga:
Kondisi 5 Korban Kecelakaan Beruntun Jalan Patimura Kota Batu
“Pasien yang dirawat satu atas nama Tuan Z. Kondisinya tadi sedang di kamar operasi karena memang ada luka robek di daerah kepala,” kata dr Aulia, Kamis (19/2/2026).

Sedangkan, korban Lilik Yuliani masih dalam pengawasan tim spesialis bedah saraf setelah sempat terlempar keluar dari mobil saat tabrakan terjadi. Meskipun sempat mengalami penurunan kesadaran di lokasi kejadian, hasil pemeriksaan penunjang memberikan kabar yang cukup melegakan bagi pihak keluarga.
Dokter telah melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari CT Scan hingga rontgen untuk mendeteksi adanya pendarahan dalam atau patah tulang.
“Untuk Nyonya L karena terlempar keluar dari mobil jadi memang ada benturan. Setelah pemeriksaan CT scan kepala, Alhamdulillah tidak ada luka ya di kepalanya. Kemudian foto polos untuk daerah leher juga aman, foto rontgen daerah dada juga aman,” paparnya.
Kendati demikian, Lilik tetap berada di ruangan khusus bernama Ruang Hading untuk mendapatkan observasi optimal dari dokter spesialis bedah saraf untuk mengantisipasi munculnya gejala traumatis pasca-kecelakaan. Secara garis besar, kedua pasien tersebut dalam kondisi stabil.
Reporter: Asrur Rodzi
Editor: Intan Refa




