Bulan Ramadan, Permintaan Kurma Naik 300 Persen

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Memasuki bulan Ramadan, penjualan kurma di Kota Malang melonjak drastis. Salah satu pedagang kurma di Jalan Syarif Al-Qodri, Zakaria Salim mengaku peningkatan penjualan bisa mencapai 300 persen dari hari biasa.
Zakaria mengatakan sudah menyiapkan stok jauh hari sebelum Ramadan. Lonjakan permintaan terjadi mulai satu minggu sebelum Ramadan hingga sekitar H+10 Lebaran.
“Sejak 1 Januari sudah masuk sekitar 15 truk. Satu truk kurang lebih 8 ton,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menjual kurma tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Malang dan sekitarnya, tetapi juga ke luar kota. Selain penjualan langsung di toko, pihaknya juga memanfaatkan platform daring.
Dalam sehari, Zakaria bisa menjual hingga mencapai hitungan ton. Terdapat sekitar 20 jenis kurma yang tersedia, berasal dari berbagai negara seperti Tunisia, Mesir, Madinah, hingga Libya. Kurma Mesir menjadi yang paling peminatnya.
“Kurma Mesir favorit karena ukurannya besar dan harganya relatif terjangkau. Biasanya untuk takjil,” jelasnya.
Harga kurma Mesir eceran seharga Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, tergantung kualitas.
“Tahun lalu sekitar Rp200 ribuan per dus, sekarang bisa Rp300 ribu per dus,” katanya.
Selain kurma Mesir, jenis Sukari dan Ajwa juga menjadi favorit. Sukari memiliki rasa yang manis dan lembut. Sedangkan Ajwa dikenal sebagai kurma sunnah. Untuk kelas premium, tersedia kurma Medjool asal Palestina seharga Rp250 ribu per kilogram karena ukurannya besar, dagingnya tebal, dan bijinya kecil.
Salah satu pembeli, Farida mengaku rutin membeli kurma setiap Ramadan. Ia biasanya memilih kurma Ajwa karena rasanya yang khas, meski tahun ini mencoba jenis Lulu.
“Harus selalu ada kurma di rumah. Untuk sahur dan berbuka,” ujarnya.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




