KesehatanNews

BPJS Kesehatan Reaktivasi Otomatis Peserta dengan Penyakit Berat

peserta BPJS Kesehatan yang antri layanan (foto : istimewa)
peserta BPJS Kesehatan yang antri layanan (foto : istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN dengan kondisi katastropik mendapat prioritas reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan. Seperti diketahui, pada Februari lalu, terjadi penonaktifan 11 juta kepesertaan PBI JKN secara besar-besaran. Sehingga banyak peserta yang statusnya tiba-tiba nonaktif.

Kebijakan ini sempat berdampak pada sejumlah pasien dengan kebutuhan terapi rutin, termasuk pasien cuci darah yang memerlukan layanan berkelanjutan.

“Peserta PBI BPJS yang nonaktif, ketika membutuhkan pelayanan untuk penyakit katastrofik, akan kita reaktivasi secara otomatis. Ini untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan tanpa terkendala administrasi di situasi darurat,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Batu Erra Widayati.

Baca juga:

BPJS Kesehatan Cabang Batu Soroti Mentalitas “Aktif Saat Sakit”

Setidaknya terdapat delapan jenis penyakit yang masuk dalam kategori katastrofik dan menjadi prioritas reaktivasi otomatis. Antara lain penyakit jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, leukemia, sirosis hepatitis, hemofilia, serta thalasemia.

Di Kota Batu sendiri, penyakit jantung masih menjadi penyumbang pembiayaan tertinggi dengan nilai mencapai Rp45 miliar per tahun. Pola munculnya penyakit-penyakit tersebut, kata Erra terbagi ke dalam penyakit bawaan dan penyakit gaya hidup.

Penyakit seperti leukemia, hemofilia, dan talasemia umumnya bersifat genetik. Sementara itu, penyakit seperti jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, dan sirosis hepatitis sangat berkaitan dengan pola hidup masyarakat. Fenomena ini menjadi alarm kesehatan yang tidak boleh diabaikan.

“Kalau gaya hidup tidak berubah, beban pembiayaan kesehatan akan terus meningkat dan bisa mengancam keberlanjutan program JKN,” tegasnya.

Dengan adanya skema reaktivasi otomatis ini, pemerintah berharap tidak ada lagi masyarakat yang tertunda mendapatkan layanan kesehatan hanya karena persoalan administratif.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button