Armada Bus Mudik Gratis Kota Malang Bertambah 3 Unit

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Armada bus mudik gratis Lebaran di Kota Malang tahun ini dipastikan bertambah 3 unit. Jika sebelumnya tersedia 6 bus, kini jumlahnya bertambah menjadi 9 bus untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Widjaya Saleh Putra mengatakan tambahan armada tersebut berasal dari dukungan Bank Jatim dan PO Tentrem.
“Awalnya kita siapkan enam bus, kemudian ada tambahan dukungan sehingga total menjadi sembilan unit bus,” ujar Widjaya, Senin (9/3/2026).
Sementara armada lainnya berasal dari beberapa perusahaan otobus seperti Bagong, Pelita Mas, Medali mas, Juragan 90, serta dukungan dari Polinema.
Baca juga:
Perjalanan Mudik Masih Jauh? Lakukan Ini Agar Tetap Aman
Dari sembilan armada itu, delapan bus berkapasitas 40 penumpang dan satu bus berkapasitas 24 penumpang. Sehingga totalnya, program ini dapat mengakomodasi sekitar 344 pemudik. Sedangkan rute tujuan mudik yaitu:
Malang – Bangkalan, Malang – Bojonegoro, Malang – Ngawi, Malang – Jember – Banyuwangi, Malang – Ponorogo, Malang – Tuban, Malang – Sampang dan Malang – Situbondo – Banyuwangi.
Khusus tujuan Banyuwangi, Widjaja menyediakan dua jalur perjalanan yakni via Jember dan Situbondo.
Pendaftaran program mudik gratis sudah dibuka mulai hari ini, Senin (9/3/2026) pukul 09.00-15.00 WIB di Mal Pelayanan Publik (MPP) Ramayana.
Syarat pendaftarannya, peserta harus merupakan warga asli Kota Malang dengan melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga. Widjaya memperkirakan kuota mudik gratis ini akan cepat terpenuhi.
“Biasanya satu sampai dua hari sudah habis kuotanya,” Katanya.
Sesuai rencana, para peserta mudik gratis akan mulai berangkat pada 17 Maret 2026 dari Kota Malang.
Antrian panjang di hari pertama pendaftaran
Hari pertama pendaftaran mudik gratis di MPP Ramayana, sejumlah calon pendaftar sudah tampak siap menyerbu loket. Salah satunya, Lisa warga Kecamatan Sukun sudah datang sejak pagi untuk mengantre. Ia bahkan sudah berada di lokasi sejak sebelum pukul 09.00 WIB.
“Dua orang, mudik ke Bangkalan,” ujarnya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Lisa biasanya berangkat menggunakan armada mudik gratis dari Kabupaten Malang.
“Iya, saya KTP Kota Malang. Biasanya kemarin-kemarin itu ikut yang di kabupaten, itu kan masih bisa. Kalau tahun ini nggak bisa, harus sesuai kabupaten atau kota masing-masing,” jelasnya.
Ia menilai program mudik gratis ini sangat membantu masyarakat, terutama saat kondisi ekonomi yang sedang banyak pengeluaran. Sebab, jika mudik menggunakan travel, tentu ia harus menyisihkan uang lebih banyak.
“Kalau travel itu biasanya sekitar Rp150 ribu sampai Rp100 ribu per orang, tergantung travelnya. Itu baru berangkat saja, belum pulangnya,” jelasnya.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




