Antrian Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU di Kota Malang

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Gatekeeper Radio City Guide FM menerima sejumlah laporan pantauan antrian kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Kota Malang, Selasa (31/3/2026). Kondisi ini seiring dengan menguarnya isu santer terkait kenaikan harga BBM non subsidi pada April esok.
“Pagi ini POM bensin Jalan Bandung semua nosel antri lumayan. Baik R2 maupun R4,” lapor Dwiyoga pukul 06.49.
“Sudah normal di SPBU Jalan Bandung,” imbuh Iswoko, pukul 07.14.
“SPBU Jalan Bandung ramai sekali, antri panjang,” kata Evie Hadayati, pukul 10.56.
“POM bensin Ciliwung lumayan antri,” kata Rangga, pukul 09.50.
“Pagi City Guide, POM Ciliwung mulai kemarin sudah antre dan ramai. Sampai siang ini juga terpantau ramai, antrian hampir ke jalan,” lapor Rizky Adi, pukul 11.27.
“BP Suhat antri mengular,” kabar Tri Wulandari, pukul 12.15.
“Imbas isu kenaikan harga BBM, BP Suhat mengantri hingga pintu masuk KFC mengakibatkan arus tersendat karena hanya satu lajur,” ungkap Fahrizal, pukul 12.42.
Dani juga mengabarkan ada antrian panjang di SPBU Tidar sejak pukul 12.05, bahkan hingga pukul 14.24 antrian kendaraan masih terjadi. Serta beberapa SPBU lain juga terlaporkan ada antrian, seperti SPBU Sulfat dan SPBU Sawahan.
Menanggapi situasi ini, Area Manager Communication and Relation CSR Pertamina Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan bahwa proyeksi penetapan harga BBM yang sempat beredar di media sosial itu tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Sampai saat ini, Pertamina belum menerima info soal perubahan harga per 1 April 2026,” kata Ahad kepada City Guide FM via on air.
Penyesuaian harga BBM memang secara periodik untuk bahan bakar non subsidi, karena harus menyesuaikan harga minyak dunia. Pertamina bertugas memastikan stok aman.
“Untuk saat ini wilayah Jatimbalinus masih aman saja tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” tegasnya.
Menurutnya, antrian kendaraan yang terjadi saat ini masih dalam kategori wajar karena peralihan dari akhir pekan ke weekday. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak panic buying karena bisa menimbulkan kelangkaan.




