Antisipasi Kepadatan, Heli Sarankan Warga Setempat Gunakan Jalan Alternatif

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Berdasarkan peninjauan di sejumlah Pos Pengamanan dan Pos Pantau oleh Forkompimda Kota Batu pada Jumat (20/3/2026), Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto memprediksi puncak kepadatan akan terjadi pada H+2 Lebaran. Karakteristik Kota Batu sebagai destinasi wisata keluarga membuat lonjakan kendaraan biasanya terjadi setelah silaturahmi keluarga inti selesai.
“Tadi informasinya antisipasinya itu H+2 akan terjadi kepadatan para wisatawan. Oleh karena itu, kesiapan personel dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP harus dipastikan dalam kondisi prima untuk mengatur ritme kendaraan,” tambahnya.
Selama peninjauan di jalur Pendem dan Pandanrejo, Heli juga memberikan atensi khusus pada pengaturan jalan alternatif. Hal ini penting untuk memecah penumpukan kendaraan yang datang dari arah Karangploso dan Giripurno agar tidak mengunci jalur utama menuju pusat kota maupun obyek wisata.
Keberadaan petugas di setiap pos menjadi kunci utama untuk memastikan tidak ada kendala berarti yang menghambat mobilitas masyarakat. Seperti Pos di Batu Town Square, Pos Pendem, Pos Pandanrejo dan Pos Pesanggrahan.
Warga setempat dapat gunakan jalan alternatif
Heli Suyanto juga meminta masyarakat untuk lebih cerdik dalam memilih rute perjalanan untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalur-jalur poros utama. Terutama untuk mengunjungi sanak saudara di momen Lebaran ini.
“Untuk masyarakat Kota Batu, di Idul Fitri ini kan banyak aktivitas. Terutama tradisi warga yang biasanya itu anjangsana ke sanak famili. Kami sampaikan, kalau di poros-poros jalan ini terlalu padat, monggo (silakan) menggunakan jalur alternatif. Karena warga Kota Batu kan yang paling tahu jalan-jalan alternatif di sini,” ujar mantan anggota legislatif ini.
Jalur poros utama seperti Jalan Ir Soekarno, Jalan Pattimura, hingga Jalan Diponegoro biasanya menjadi titik jenuh paling parah, karena menjadi akses utama menuju obyek-obyek wisata. Penggunaan jalur alternatif ini tidak hanya membantu mobilitas warga, tetapi juga secara tidak langsung mengurangi beban kepadatan di pusat kota.
Dengan pembagian arus antara wisatawan di jalur utama dan warga setempat di jalur alternatif, diharapkan sirkulasi lalu lintas di Kota Batu tetap bisa bergerak. Heli juga mengingatkan warga untuk tetap mengutamakan keselamatan saat melintasi jalur alternatif yang memiliki kontur jalan yang lebih sempit atau berkelok.
“Tetap waspada dan saling menghormati sesama pengguna jalan. Dengan memanfaatkan pengetahuan lokal soal jalur alternatif, tradisi anjangsana tetap bisa berjalan lancar tanpa terganggu macet,” pungkasnya.
Editor: Intan Refa




