NewsPemerintahan

Abraham Samad Desak Copot Kapolri

Abraham Samad seusai memberi kuliah umum di UWG Malang. (Foto: Heri Prasetyo)
Abraham Samad seusai memberi kuliah umum di UWG Malang. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Ketua KPK periode 2011–2015 Abraham Samad mendesak Presiden Prabowo mencopot Kapolri Jenderal Polisi Lisyo Sigit Prabowo menyusul tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan dalam demonstrasi di Jakarta. Ia menilai peristiwa itu sebagai bukti aparat masih menggunakan pendekatan represif yang melanggar hukum sekaligus hak asasi manusia.

“Seharusnya penanganan demo itu humanis, tidak boleh ada korban. Tapi apa yang terjadi? Sampai ada orang meninggal karena terlindas kendaraan taktis, itu pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM,” tegas Abraham, Sabtu (30/8/25) usai hadiri PKKMB Universitas Widya Gama.

Ia menilai pimpinan tertinggi kepolisian wajib bertanggung jawab, sebagai salah satu langkah nyata pemerintah.

“Kalau lebih elegan, Kapolri sebaiknya mundur. Kalau tidak, Presiden harus segera mencopotnya,” ujarnya.

Menurut Abraham, kejadian serupa terus berulang karena aparat yang melakukan pelanggaran di masa lalu tidak pernah menjalani proses hukum transparan. Ia mengingatkan, jika kasus ini kembali dibiarkan, maka tragedi serupa bisa kembali terjadi.

Ia memaklumi kemarahan publik yang memicu aksi demonstrasi, berakar dari rasa ketidakadilan dan kesenjangan sosial.

“Rakyat makin susah makan, sementara anggota DPR justru menaikkan tunjangan jumbo dan pamer gaya hidup. Itu sama saja menari di atas penderitaan rakyat,” kata Abraham.

Abraham menegaskan seluruh aparat yang terbukti menyebabkan korban jiwa maupun luka harus diproses hukum. Jika tidak, negara bisa kehilangan marwah dan kepercayaan rakyatnya.

Reporter: Heri Prasetyo

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button