NewsOlahraga

Atlet Barongsai Kota Malang Tuntut Saniman Minta Maaf ke Para Atlet

Cabor Barongsai Kota Malang yang berhasil meraih emas. (Foto : Istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Atlet Barongsai Kota Malang Muhammad Akbar Ibrahim menyayangkan pernyataan yang keluar dari seorang anggota dewan Saniman Wafi, karena Kota Malang gagal meraih target 162 medali emas saat Porprov IX Jatim 2025.

Ia menilai pernyataan itu tidak menghargai perjuangan atlet yang memikul tanggung jawab sebagai tuan rumah. Sebagai salah satu peraih medali emas, pada nomor liong kecepatan, ia meminta Saniman Wafi untuk mencabut pernyataannya. Sekaligus meminta maaf ke seluruh atlet.

“Ucapan itu menyayat hati kami. Kami berlatih dengan keterbatasan fasilitas, gizi yang minim dan anggaran yang pas-pasan. Tapi kami tetap berjuang untuk Kota Malang,” ujar Akbar sedikit emosional, Sabtu (19/7/25).

Ucapan itu tidak hanya melukai atlet yang telah berlaga, tetapi juga mereka yang masih dalam masa pemulihan akibat cedera pasca kompetisi.

“Kami butuh penghargaan, bukan tuntutan sepihak. Banyak dari kami yang cedera kaki, tangan, bahkan sampai terkena tipes,” lanjutnya.

Apalagi sebagai atlet berstatus pelajar SMK, ia dan rekan-rekannya harus membagi waktu antara latihan dan tugas sekolah. Tentu ini tidak mudah.

“Kami latihan pagi, siang, malam. Ada yang demam sebelum lomba, ada yang terjatuh. Tapi kami tetap maju dan mencatatkan waktu 50 detik hingga akhirnya meraih emas,” sambungnya.

Menanggapi reaksi keras tersebut, Saniman Wafi kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataannya tidak ditujukan kepada atlet. Melainkan kepada penyelenggara Porprov, yakni KONI dan Disporapar Kota Malang.

“Kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya jerih payah para atlet. Yang kami soroti adalah penyelenggara, karena target yang ditetapkan tidak tercapai. DPRD ingin mendengar pertanggungjawaban soal perencanaan, anggaran, dan pelaksanaan,” ujar politisi PKB tersebut.

Dalam rapat sebelumnya, penyelenggara mengusung empat prinsip: sukses sebagai tuan rumah, sukses prestasi, sukses ekonomi masyarakat dan sukses pertanggungjawaban administrasi.

“Nah, kami ingin tahu bagaimana pelaksanaannya, apakah semuanya terpenuhi,” tambahnya.

Saniman juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh agar pembinaan atlet ke depan bisa berjalan berkelanjutan. Ia mendorong rapat koordinasi besar yang melibatkan DPRD, penyelenggara dan perwakilan cabang olahraga.

“Kami tidak ingin perhatian kepada atlet hanya saat Porprov saja. Setiap tahun Kota Malang mengirim atlet ke berbagai daerah. Harus ada pembinaan jangka panjang, termasuk penyediaan fasilitas, suplemen, hingga bonus yang layak,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, DPRD Kota Malang tengah mengagendakan pertemuan resmi dengan KONI dan Disporapar untuk membahas laporan pelaksanaan Porprov Jatim 2025 secara menyeluruh.

Reporter : Heri Prasetyo

Editor : Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button