Zulhas Singgung Isu Alih Fungsi Lahan Sawah di UNIRA Malang

CITY GUIDE FM, KABUPATEN MALANG – Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan kuliah umum di Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang pada Selasa (24/2/2026). Dalam pidatonya, Zulhas menyampaikan serangkaian program-program strategis Presiden Prabowo di bidang ketahanan pangan.
Beberapa di antaranya adalah distribusi pupuk, produktivitas jagung dan gabah, koperasi desa merah putih hingga pembangunan desa nelayan. Ia mengklaim tahun lalu produksi gabah naik 8 persen berkat distribusi pupuk tepat waktu.
“Harga gabah kita naikkan, petani tanamnya nambah. Makanya produksi padi tahun 2025, naik jadi 13 persen,” kata Zulhas.
Karenanya, jika semula Indonesia mengimpor beras, Zulhas mengklaim pemerintah telah surplus beras 4,2 juta ton tahun 2025.
“Padahal cuma 3 kebijakan, sederhana. Aturan pangkas, harga gabah naikin, udah. Nah, sekarang agar tambah banyak surplusnya, saya lagi data. Sekarang ditunjuk bapak Presiden sebagai Ketua Tim Terpadu Alih Fungsi Lahan,” lanjutnya.

Secara garis besar, tim ini mendata bangunan-bangunan yang dulunya adalah areal persawahan, harus menggantinya dengan sawah seluas 2-3 kali lipat. Ini mencangkup rumah atau perumahan, pabrik hingga sekolah.
Sementara itu, Rektor UNIRA Malang H Imron Rosyadi SE MSi PhD menambahkan bahwa lahan di Kabupaten Malang memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan lokal baik. Baik dari pertanian maupun hortikultura.
“Saya sempat bicara dengan kepala dinas bahwa lahan-lahan kita itu perlu di-upgrade. Terutama kebutuhan orang kota yang selama ini sawahnya sudah tidak ada, itu akhirnya kan ke kabupaten untuk kebutuhan pangan mereka,” terangnya.
Sehingga, Kabupaten Malang harus siap untuk menjadi bumper area untuk peningkatan produksi pangan di Malang Raya.
“Karena kita punya lahan, SDM, punya segalanya. Tinggal meningkatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi,” lanjutnya.
Isu ketahanan pangan ini menjadi sangat penting. Apalagi di Prodi Agroteknologi, isu tersebut bisa dikembangkan lagi dalam bentuk penelitian dan pengabdian masyarakat.
Editor: Intan Refa




