Budaya dan PariwisataNews

Wisata Ziarah Wali Relatif Stabil

Bus pariwisata yang biasa mengangkut jamaah wisata ziarah wali. (Foto: Asrur Rodzi)
Bus pariwisata yang biasa mengangkut jamaah wisata ziarah wali. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Di tengah tren penurunan kunjungan wisata dan melemahnya daya beli masyarakat, sektor wisata religi khususnya ziarah wali masih relatif stabil. Segmen ini tampaknya tidak terlalu terpengaruh terhadap fluktuasi ekonomi dibandingkan wisata hiburan dan rekreasi.

Sekretaris DPC Asosiasi Pengusaha Rental Daerah (Asperda) Malang Raya Zainudin menyampaikan bahwa permintaan jasa transportasi untuk kebutuhan wisata ziarah hingga saat ini masih berjalan konsisten. Kondisi tersebut menjadi pembeda di tengah lesunya sektor pariwisata secara umum.

Menurutnya, wisata ziarah memiliki karakter pasar yang berbeda karena didorong oleh kebutuhan spiritual, bukan semata-mata konsumsi hiburan. Faktor inilah yang membuat minat masyarakat untuk berziarah tetap terjaga meskipun kondisi ekonomi sedang tidak ideal.

“Untuk ziarah wali masih relatif stabil. Jamaahnya tidak hanya dari Pulau Jawa, tapi juga ada yang datang dari Sumatra,” ujar Zainudin, yang juga pelaku usaha transportasi di Malang Raya.

Ia menjelaskan, meskipun wisata umum kerap mengalami masa sepi kunjungan, perjalanan ziarah dari wilayah Malang Raya dan sekitarnya tetap rutin. Tujuan perjalanan pun beragam, mulai ke Jawa Timur seperti makam Wali Lima, hingga rute lintas provinsi ke Jawa Tengah dan Jawa Barat yang dikenal dengan jalur Wali Songo.

Stabilnya aktivitas ziarah ini turut memberikan dampak positif bagi pengusaha rental mobil dan bus. Pola perjalanan secara berkelompok lebih efisien dan berkelanjutan.

“Ziarah biasanya rombongan, baik jamaah masjid, warga satu lingkungan, maupun keluarga besar. Armada bisa terisi penuh dan banyak kelompok yang sudah punya agenda tahunan tetap,” jelas pria yang akrab disapa Udin itu.

Melihat kondisi tersebut, Asperda Malang Raya mendorong anggotanya untuk terus menjaga kualitas layanan dan kelayakan armada. Aspek keselamatan menjadi perhatian utama, mengingat perjalanan wisata religi kerap menempuh jarak jauh dengan durasi perjalanan yang panjang.

Wisata ziarah menjadi salah satu penyangga ekonomi bagi pelaku usaha transportasi.

“Harapannya, sektor ini tetap bisa bertahan dan membantu menggerakkan ekonomi di titik-titik wisata religi,” pungkasnya.

Reporter: Asrur Rodzi

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button