
CITY GUIDE FM – Lebaran identik dengan hidangan lezat dan silaturahmi yang hangat. Namun, di balik momen kehangatan tersebut, ada beberapa potensi penyakit yang mengintai jika kita tidak menjaga pola makan dan gaya hidup dengan baik. Mengonsumsi makanan dalam porsi berlebihan saat Lebaran dapat memicu timbulnya beragam penyakit.
Gangguan Pencernaan
Ketika mengkonsumsi makanan berlemak, bersantan, pedas, dan tinggi gula secara berlebihan dapat menyebabkan diare, tandanya adalah sakit perut, mulas, serta BAB cair. Selain diare, konsumsi makanan berlemak atau pedas dalam porsi yang berlebihan berisiko menimbulkan sakit maag. Tidak hanya memunculkan rasa sakit di perut bagian atas, maag juga menimbulkan beberapa keluhan lain yang bisa membuatmu tidak nyaman saat bersilaturahmi lebaran. Seperti mual, muntah, perut kembung, hingga sering bersendawa.
Maka, makanlah dalam porsi yang wajar, hindari makan terlalu cepat dan kunyah makanan dengan baik dan perbanyak konsumsi serat buah dan sayur.
Kolesterol Tinggi
Hidangan Lebaran seperti opor ayam, rendang dan kue-kue manis mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Seseorang dengan riwayat penyakit kadar kolesterol tinggi harus memperhatikan jenis dan porsi makanan yang dikonsumsi saat lebaran.
Apalagi menu gorengan, makanan cepat saji, sampai jeroan seringkali ada di meja makan saat lebaran. Padahal makanan-makanan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol. Jika tidak dikendalikan, tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyumbatan pembuluh darah hingga serangan jantung.
Untuk itu, baiknya membatasi konsumsi makanan bersantan dan gorengan. Imbangi dengan makanan sehat seperti sayuran dan protein tanpa lemak. Serta lakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki setelah makan.
Peningkatan Gula Darah
Kue kering, sirup manis dan minuman bersoda yang lazim jadi suguhan Lebaran, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Bagi penderita diabetes, terapkan pola makan yang selektif dan tidak berlebihan agar kadar gula darah tetap terkendali.
Selain selektif saat makan, jangan lupa juga mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter. Lalu kurangi konsumsi makanan manis dan pilih pemanis alami seperti madu, minum air putih lebih banyak daripada minuman manis. Serta jangan lupa periksa kadar gula darah secara berkala.
Peningkatan Tekanan Darah
Makanan tinggi garam dan lemak meningkatkan tekanan darah atau hipertensi. Hindari makanan yang terlalu asin atau berbumbu kuat. Sebaliknya, konsumsi buah kaya kalium seperti pisang dan alpukat untuk membantu menyeimbangkan tekanan darah. Jangan lupa pula olahraga ringan setelah Lebaran.
Peningkatan Kadar Asam Urat Darah
Makanan tinggi kandungan purin seperti daging merah, sarden, atau udang berisiko membuat seseorang yang memiliki penyakit asam urat mengalami serangan gout berat. Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan pemicu asam urat dan perbanyak minum air putih untuk membantu membuang kelebihan asam urat. Konsumsi buah seperti ceri dan pisang yang membantu menurunkan kadar asam urat.
Dehidrasi dan Kurang Cairan
Cuaca panas serta konsumsi makanan asin dan manis berlebih dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan, yang berisiko menyebabkan dehidrasi. Untuk mencegahnya, minum air putih minimal 8 gelas per hari, batasi konsumsi minuman berkafein dan bersoda dan konsumsi buah tinggi air.
Insomnia dan Kelelahan
Aktivitas Lebaran yang padat, kurang tidur, serta pola makan tidak teratur dapat menyebabkan tubuh cepat lelah dan sulit tidur. Penurunan daya tahan tubuh akibat insomnia dan kelelahan berisiko mudahnya tertular penyakit infeksi, seperti influenza, demam berdarah, hepatitis, dan lain-lain.
Maka, usahakan istirahat yang cukup, hindari begadang dan atur pola tidur dengan baik serta kelola stres dengan baik dan luangkan waktu untuk relaksasi.
Editor : Intan Refa