Volume Sampah Tahun Baru 2026 di Kota Malang Capai 800 Ton

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat tumpukan sampah pasca perayaan tahun baru 2026 mencapai 800 ton. Pelaksana Harian Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond menyampaikan pada malam tahun baru, jumlah sampah tercatat mendekati 800 ton. Sedangkan rata-rata timbulan sampah harian berkisar 720 ton.
“Jika dibandingkan hari biasa memang terjadi lonjakan signifikan. Sementara bila dibandingkan dengan tahun lalu, kenaikannya tidak terpaut jauh. Karena tahun sebelumnya bertambah sekitar 600 ton,” ujar Raymond.
Ia menjelaskan peningkatan volume sampah tersebut terjadi dalam waktu singkat. Mulai Rabu malam hingga Kamis dini hari. Sampah berasal dari berbagai pusat keramaian warga yang menjadi lokasi favorit perayaan pergantian tahun.

Beberapa titik dengan produksi sampah terbanyak yaitu di Jalan Besar Ijen, Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat, Stasiun Malang Kota Baru, serta sejumlah masjid yang menggelar pengajian dan doa bersama.
Dari total timbulan sampah itu, tidak seluruhnya dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Sebagian dialihkan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sementara sisanya ditangani melalui skema pengolahan lain milik DLH.
Raymond telah menerapkan pola kerja ekstra bagi petugas kebersihan. Meski tidak menambah jumlah armada maupun personel, jam pengangkutan sampah diperpanjang hingga sore hari.
“Petugas kami bekerja lebih lama dari biasanya. Jika pada hari normal pengangkutan selesai siang hari, kali ini berlangsung hingga sore,” jelasnya.
Raymond menambahkan, jenis sampah yang mendominasi adalah limbah sisa konsumsi, seperti kemasan plastik, styrofoam, botol minuman, serta wadah makanan sekali pakai.
Namun pihaknya menilai kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya mulai terlihat di beberapa lokasi. Kendati memang masih banyak juga sampah yang berserakan terutama di area pusat perayaan.
“Keterbatasan kapasitas tempat sampah membuat sebagian warga menumpuk sampah di sekitarnya. Meski memudahkan petugas, masih ada lokasi yang membutuhkan penanganan ekstra karena sampah tercecer,” ungkapnya.
Ia sekali lagi mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak membuang sampah ke saluran air.
“Penyumbatan drainase akibat sampah dapat memicu banjir. Kami berharap masyarakat turut menjaga kebersihan demi kenyamanan bersama,” imbau Raymond.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




