Usia 112 Tahun Kota Malang, Amithya Komentari Pencapaian Pemerintah

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Di usianya yang ke 112 tahun, Kota Malang masih menyimpan berbagai pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhita menyampaikan, berbagai catatan, rekomendasi, serta evaluasi kebijakan sebenarnya telah berulang kali disampaikan.
“Catatan pasti banyak. Dari pendapat dan reaksi yang selama ini kami sampaikan, termasuk rekomendasi dan evaluasi kebijakan, itu semua sudah kami berikan. Tapi memang masih ada yang belum tuntas,” ujarnya.
Beberapa isu krusial antara lain persoalan kemiskinan, banjir, kemacetan, hingga perlindungan perempuan dan anak. Menurutnya, sektor-sektor tersebut membutuhkan perhatian lebih serius dan penanganan yang berkelanjutan.
Baca juga:
HUT Kota Malang ke 112, “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, mBois Berkelas”
Ia menilai pendekatan gotong royong menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan kota. Terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini.
“Setiap kesempatan saya selalu sampaikan, jalan terbaik itu gotong royong. Semua stakeholder harus terlibat, apalagi sekarang kita sedang dalam kondisi efisiensi anggaran,” katanya.
Ia juga menekankan perlunya menghilangkan ego sektoral antar perangkat daerah. Menurutnya, kurangnya koordinasi hanya akan menyebabkan pemborosan, baik dari sisi energi, biaya, maupun program.
“Kalau tidak ada mekanisme koordinasi yang baik, itu akan boros. Sasarannya bisa jadi sama, tapi programnya berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Contohnya, sinergi dalam program Universal Health Coverage (UHC) BPJS kesehatan, yang harus disokong dari data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Integrasi data ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Banyak hal yang harus kita kawinkan agar bisa bersinergi. Ini penting, apalagi di situasi seperti sekarang,” pungkasnya.
Editor: Intan Refa




