NewsPendidikan

Universitas Brawijaya Kukuhkan 5 Profesor Baru

Konferensi pers pengukuhan 5 profesor baru Universitas Brawijaya. (Foto: Heri Prasetyo)
Konferensi pers pengukuhan 5 profesor baru Universitas Brawijaya. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik pada Rabu (11/2/2026). Salah satu profesor yang dikukuhkan adalah Prof Dr Prija Djatmika SH MS sebagai profesor dalam bidang Ilmu Hukum Pidana.

Ia memaparkan Clear Asset Model, konsep pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi yang menempatkan pemulihan aset sebagai inti keadilan. Model ini dirancang terpisah dari pemidanaan, namun tetap menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia.

“Secara praktis, CLEAR-ASSET Model bermanfaat sebagai rujukan akademik dan kebijakan dalam reformasi hukum pengembalian aset tindak pidana korupsi di Indonesia,” ungkapnya secara tertulis.

Lalu ada Prof Dr Ir Mashudi MAgrSc IPM ASEAN Eng yang menjadi profesor aktif ke-21 Fakultas Peternakan UB. Dalam orasi ilmiahnya, ia memperkenalkan Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah (NPRP) sebagai solusi peningkatan produktivitas sapi perah tropis.

Mashudi mengungkapkan, hingga kini produksi susu nasional baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan dalam negeri, sementara sisanya masih bergantung pada sapi impor.

“Di negara asalnya, sapi perah mampu menghasilkan hingga 25 liter susu per hari. Sementara di Indonesia rata-rata hanya 10–12 liter,” ujarnya.

Menurutnya, penyebab rendahnya produksi susu akibat ketidaksesuaian lingkungan tropis Indonesia dengan karakter sapi perah impor yang berasal dari wilayah beriklim sedang. Model NPRP mengoptimalkan fungsi rumen melalui proteksi protein dan asam amino esensial agar produksi susu meningkat secara efisien dan berkelanjutan.

Dari Fakultas Kedokteran, Prof Dr dr Tatit Nurseta Sp OG Subsp Onk menggagas PERMATA MOLA, model pencegahan hamil anggur berbasis pendekatan prakonsepsi. Model ini mengintegrasikan faktor epidemiologi, molekuler, hormonal, serta nutrisi maternal pada kelompok perempuan berisiko tinggi.

Tatit menegaskan bahwa pencegahan sebelum kehamilan menjadi kunci untuk menekan insiden mola hidatidosa dan mencegah transformasinya menjadi keganasan.

Profesor FK lainnya, Prof Dr rer nat Tri Yudani Mardining Raras MAppSc memperkenalkan konsep protein rekombinan fungsi ganda berbasis Ag38. Protein hasil rekayasa genetika ini dikembangkan agar dapat berfungsi sekaligus sebagai agen serodiagnostik dan prototipe vaksin yang mampu meningkatkan efisiensi riset biomedis serta mempercepat pengembangan alat diagnosis dan vaksin penyakit infeksi.

Sementara itu, Prof Dr dr Agustin Iskandar MKes SpPK (K) mengusung Model HOPE-ID (Host Oriented Prognostic Evaluation in Infectious Diseases). Model ini menawarkan pendekatan prognostik berbasis biomarker dan kecerdasan artifisial untuk memprediksi perjalanan penyakit infeksi, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan lebih dini dan tepat.

Reporter: Heri Prasetyo

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button