UB Bebaskan UKT 190 Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh Sumatra

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang terdampak bencana banjir di Sumatera dan Aceh akhirnya bisa bernafas lega. Sebab pihak kampus membebaskan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak pada semester genap tahun 2025/2026.
Direktur Direktorat Anggaran dan Perbendaharaan UB Dr Mohamad Khoiru Rusydi SE MAk Ak menyampaikan pembebasan UKT ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi mahasiswa yang terganggu akibat bencana alam.
“Kami memastikan mahasiswa yang terdampak banjir dan telah terverifikasi tidak terbebani UKT pada semester genap 2025/2026. Ini adalah komitmen UB agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan perkuliahan tanpa tekanan finansial,” ujar Khoiru Rusydi, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan pelaksanaan pembebasan UKT akan berjalan bersamaan dengan masa registrasi ulang semester genap yang dijadwalkan pada 19–30 Januari 2026. Mahasiswa diminta tetap mengikuti prosedur registrasi seperti biasa tanpa perlu khawatir terhadap munculnya tagihan UKT.
Pendataan mahasiswa terdampak banjir telah dilakukan sejak Desember 2025 melalui sinergi antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UB dan Direktorat Kemahasiswaan. Data yang telah diverifikasi tersebut langsung diintegrasikan ke dalam sistem keuangan universitas.
“Mahasiswa yang sudah masuk daftar verifikasi tidak perlu mengajukan permohonan keringanan ulang. Sistem akan secara otomatis menyesuaikan tagihan UKT mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan UB Dr Sujarwo MP mengungkapkan bahwa hasil verifikasi mencatat sekitar 190 mahasiswa UB di tiga provinsi terdampak banjir dan berhak menerima pembebasan UKT.
“Kebijakan ini berlaku untuk seluruh mahasiswa UB tanpa melihat fakultas atau jalur masuk. Yang utama adalah status terdampak bencana yang telah diverifikasi,” kata Sujarwo.
Selain pembebasan UKT, UB juga telah menyalurkan bantuan lain berupa dukungan biaya hidup dan aksi kemanusiaan di wilayah terdampak banjir sejak Desember 2025. Bantuan tersebut meliputi penyediaan air bersih, layanan kesehatan, hingga pendampingan sosial bagi mahasiswa dan masyarakat.
UB juga mengimbau mahasiswa yang terdampak bencana agar aktif melaporkan kondisi mereka melalui BEM, Direktorat Kemahasiswaan, atau fakultas masing-masing. Agar bantuan dapat tersalur tepat sasaran.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




