Budaya dan PariwisataNews

Tidak Hanya Dukungan, Seniman Butuh Jaringan dan Ruang

Para seniman yang Karsa Budaya Nuswantara yang tampil di Osaka, Jepang. (Foto: Istimewa)
Para seniman yang Karsa Budaya Nuswantara yang tampil di Osaka, Jepang. (Foto: Istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Seniman asal Kota Batu Agus Murdianto (40) mengharapkan pemerintah lebih memperhatikan keberlangsungan hidup seniman melalui ruang, jaringan, dan akses yang lebih luas. Tidak hanya dukungan seremonial saja.

Agus yang aktif di Omah Sinau Seni Budaya Karsa Budaya Nusantara, Padepokan Rumah Budaya Gunung Ukir ini menilai, seni kerap hanya dipandang sebagai hiburan sementara.

“Bicara seni sama halnya olahraga ketika kita jadi duta seni atau atlet mewakili negara. Ketika keluar negeri kita diperhatikan, tapi ketika pulang selesai,” ujarnya.

Contohnya saja ketika ia bersama tim tampil di World Expo Osaka, Jepang beberapa waktu lalu. Pihak swasta yaitu United Tractor justru yang memberikan pembinaan, fasilitas, hingga dukungan sejak tahun 2023. Sehingga, proses penciptaan karya dan penampilannya di sana adalah hasil dari pembinaan tersebut.

“Mereka tidak ngawur, bukan sekadar membeli penari jadi lalu tampil. Kami betul-betul dibina dan disuruh membuat karya dengan fasilitas yang disupport,” jelasnya.

Maksudnya, ia melihat pemerintah seringkali menampilkan tradisi lokal lewat penari instan, lalu dibayar dan selesai. Tidak ada perhatian mendalam maupun pemberdayaan.

Sejauh ini, bentuk perhatian Pemkot Batu adalah menyediakan rompi, izin penggunaan gedung kesenian, hingga fasilitas tempat latihan di sanggar tari. Namun, menurutnya alangkah baiknya ada upaya menciptakan daya jual seni serta memperluas ruang seniman untuk berkarya.

“Kita tidak minta uang, tapi ada link jaringan. Kasihlah kita ruang kasihlah kita jembatan untuk keluar seperti itu. Jadi kita hidup terus. Kalau kita di dukung saja ya semua mendukung. Tapi setelah itu bagaimana kita daya jualnya seperti apa. Jangan banyak event tapi tidak ada bobotnya,” katanya.

Agus juga mengingatkan generasi muda untuk tidak malu mempelajari seni tradisi. Sebab, masyarakat Internasional sangat menghargai seni budaya Indonesia.

Reporter: Asrur Rodzi

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button