NewsPendidikan

SPPG Kota Malang dan Batu Sesuaikan Menu MBG Ramadan

Siswa SDN 3 Lowokwaru lahap menikmati Makan Bergizi Gratis. (Foto : Dwi Putri)
Siswa SDN 3 Lowokwaru lahap menikmati Makan Bergizi Gratis. (Foto : Dwi Putri)

CITY GUIDE FM, MALANG RAYA – Berdasarkan intruksi dari Badan Gizi Nasional, program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan tetap didistribusikan seperti biasa, tapi dengan penyesuaian. Instruksi itu tertuang dalam SE No 3 tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG.

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batu Meita Syahrani mengungkapkan telah menyusun teknis operasional distribusi MBG sejak turunnya SE tersebut. Skema penyaluran MBG di Kota Batu selama Ramadan, Meita menyesuaikan jadwal sekolah.

“Untuk menunya, kami gunakan menu tahan basi. Seperti roti, kurma, buah utuh bukan buah potong, telur, abon. Mungkin juga produk yang diproduksi di SPPG sendiri seperti brownies,” kata Meita kepada City Guide FM, Rabu (18/2/2026) via on air.

Sedangkan untuk sekolah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa, maka pihaknya akan tetap menyediakan menu MBG siap santap. Tetapi dengan tetap menyesuaikan permintaan dari pihak sekolah.

Sementara untuk penerima MBG yang tergolong ke dalam 3B (bumil, busui dan balita), Meita masih berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Sebab, di Kota Batu sendiri masih baru memulai distribusi untuk kelompok tersebut.

“Karena mereka tergolong kelompok rentan ya, maka dinas kesehatan juga akan mengawal kami. Nanti jika sudah selesai data 3B diolah, skemanya kurang lebih tidak jauh berbeda dengan peserta didik. Namun menu yang diberikan adalah kudapan yang sudah dikonsultasikan dengan nutrisionis. Distribusinya sendiri setelah distribusi ke sekolah selesai,” ungkapnya.

Kota Malang

Sementara Koordinator SPPG Kota Malang Muhammad Atho’ilah mengatakan mulai tanggal 16-22 Februari, pihaknya hanya mendistribusikan MBG ke kelompok 3B saja. Sedangkan MBG untuk anak sekolah, distribusinya selaras dengan jadwal masuk sekolah yaitu 23 Februari.

“Untuk teknis pendistribusiannya nanti (MBG untuk siswa), kita gunakan totebag atau tas kain berbeda warna,” kata Atho.

Khusus pada bulan Ramadan ini, menu MBG di Kota Malang juga akan menyajikan menu tahan basi. Seperti roti, buah, kurma (opsional), kacang, telur dan abon ayam.

“Kami akan variasikan dengan pengawas gizi kami di SPPG. Supaya menunya variatif dan diterima penerima manfaat MBG,” lanjutnya.

SPPG yang ada di pondok pesantren, menunya tetap siap santap dalam ompreng yang distribusinya menjelang berbuka puasa. Sementara untuk sekolah yang mayoritas non-muslim, pihak SPPG akan tetap mengolah menu siap santap seperti biasa.

Sampai saat ini, SPPG di Kota Malang berjumlah 61 dari target 120 dapur. Dari jumlah itu, Atho mencatat ada 126.862 penerima manfaat.

Reporter: Faricha Umami, Yolanda Oktaviani

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button