Ekonomi BisnisNews

Sopir Angkot Jurusan BJL Mengeluh Pendapatan Merosot, Imbas Transjatim

Ketua Organda Kota Batu Totok Adi Muntolip. (Foto: Asrur Rodzi)
Ketua Organda Kota Batu Totok Adi Muntolip. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Setelah bus Transjatim beroperasi selama kurang lebih 3 bulan, sejumlah sopir angkutan kota (angkot) mulai merasakan dampaknya. Ketua Organda Kota Batu Totok Adi Muntolip mengungkapkan banyak anggotanya yang pendapatannya sangat berkurang imbas munculnya bus tersebut.

Kata Totok, saat berembug soal penetapan maupu sosialisasi rute bus Transjatim dulu, ia mengaku tidak dilibatkan dalam diskusi tersebut. Tapi hanya beberapa perwakilan sopir angkot yang dilewati jalur Transjatim, khususnya jurusan BJL (Batu-Junrejo-Landungsari). Bukan organisasi resmi angkutan darat di Kota Batu.

“Dengan adanya peluncuran Transjatim di wilayah Kota Batu, seharusnya Organda juga diajak bicara. Faktanya, kami sama sekali tidak dilibatkan,” tegas Totok.

Akhirnya, setelah pendapatan sopir angkot jurusan BJL berkurang, barulah mereka mengadu dan menuntut ke organisasi dan dinas perhubungan. Lebih lanjut, Organda Kota Batu sebenarnya memiliki program transportasi Angkutan Pelajar (Apel) Gratis.

Namun, program tersebut memiliki keterbatasan anggaran, sehingga tidak bisa serta merta diperluas untuk menutup dampak operasional Transjatim terhadap angkutan kota.

“Kalau ditambah lagi, di akhir tahun anggarannya bisa habis dan tidak bisa melayani. Jadi kami harus benar-benar pandai mengatur anggaran yang ada,” pungkas Totok.

Pihaknya berharap ke depan nanti saat ada penetapan kebijakan transportasi, dapat melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Khususnya yang berdampak langsung pada angkutan lokal, agar keputusan yang diambil tidak merugikan salah satu pihak.

Reporter: Asrur Rodzi

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button