Siswa SMP Kota Batu Jalani Tes Kemampuan Akademik (TKA)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Dinas Pendidikan Kota Batu memulai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun ajaran 2026. Berdasarkan data resmi, sebanyak 2.895 siswa kelas IX mengikuti ujian yang menjadi parameter mutu pendidikan ini.
Pelaksanaan TKA tahun ini berlandaskan pada Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik. Serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA dan Asesmen Nasional.
Untuk mengakomodasi ribuan peserta tersebut, pelaksanaan ujian terbagi ke dalam empat gelombang. Gelombang pertama 6–7 April 2026, lalu gelombang kedua pada 8–9 April 2026.
Kemudian gelombang ketiga 13–14 April 2026 dan gelombang terakhir berlangsung pada 15–16 April 2026. Secara teknis, terdapat 29 sekolah yang terlibat. Di mana 28 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri, sementara satu sekolah yaitu SMP Negeri 07, harus menumpang karena terkendala sarana dan prasarana.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat menyatakan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang, termasuk pembagian ruang ujian.
“Jumlah ruang sebanyak 51 ruang dengan pengawas ruang sebanyak 51 pengawas dan 6 pengawas cadangan. Intinya secara overall kegiatan TKA ini berlangsung dengan lancar di seluruh Kota Batu dan kita semua berdoa agar mendapatkan hasil yang terbaik,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan ujian pada Senin (6/4/2026).
Pihaknya berharap pelaksanaan TKA ini benar-benar mampu memotret kemampuan akademik siswa secara akurat setelah beberapa tahun format ujian mengalami transisi.
Menggunakan sistem pengawasan silang
Untuk menegakkan integritas akademik selama ujian, Alfi menerapkan sistem pengawasan silang secara penuh bagi 51 pengawas ruang yang bertugas. Artinya, setiap pengawas tidak berasal dari sekolah yang sama dengan peserta ujian.
Langkah ini diambil setelah sekian lama ujian dengan format serupa ditiadakan. Alfi mengungkapkan bahwa pelaksanaan tahun ini merupakan yang pertama setelah sekitar sembilan tahun vakum dari format ujian kemampuan akademik murni.
“Jadi pengawas-pengawas yang ada kurang lebih sekitar 51 plus enam cadangan. Itu kita lakukan silang, silang saling lah. Jadi satu pengawas tidak berasal dari asal sekolah yang sama. Integritas sudah teruji,” jelasnya.
Lebih lanjut, Alfi ingin Kota Batu memberikan contoh standar pelaksanaan ujian yang berkualitas. Dalam artian, keberhasilan TKA bukan hanya terlihat dari nilai tinggi, melainkan dari proses yang jujur.
“Dan ini Batu akan menjadi parameter nanti bahwa kita itu berhasil tidaknya. Nanti akan salah satunya akan terlihat dari seperti itu. Kita semua berdoalah, tapi kalau saya lihat tadi anak-anak juga mengerjakan dengan tekun,” tuturnya.
Dengan sistem pengawasan yang ketat ini, diharapkan nama baik sekolah dan daerah tetap terjaga di tingkat nasional.
Editor: Intan Refa




