Sinergi, Kolaborasi, Dan Pemanfaatan Teknologi, Menjadi Langkah Dewan Kesenian Kota Batu Menjaga Warisan Budaya

Dokumen : Dewan Kesenian Kota Batu

Berbicara tentang budaya, tentu saja bukan hanya tentang pertunjukan seni, namun juga lebih luas mengenai pola hidup keseharian masyarakat. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) terpilih Sunarto.
Saat ditemui Radio City Guide pada Sabtu sore (16/9), Sunarto menjelaskan, saat ini DKKB sedang menggagas sekolah budaya, yang akan mengajarkan kearifan lokal dan kesenian masyarakat Kota Batu dengan pengajarnya adalah para seniman di Kota Batu sendiri.

Dengan kurikulum muatan lokal yang sudah disiapkan bersama sanggar Akur Hakaryo Budoyo Desa Pesanggrahan Kota Batu, Sekolah Kebudayaan ini akan membangkitkan Kembali nilai-nilai kearifan lokal, seperti budaya sopan santun, ritual-ritual keseharian masyarakat desa, bahkan yang baru saja diwujudkan beberapa hari yang lalu adalah pelatihan pembuatan penjor dari janur, yang saat ini pengrajin penjor juga sulit ditemui.

Narto juga menyampaikan, dalam perkembangan teknologi yang pesat sekarang ini, DKKB mempunyai strategi khusus dengan membentuk komite sinematografi di dalamnya. Komite ini mempunyai peran membantu para seniman yang menggelar pertunjukan, supaya nantinya bisa ditayangkan di media sosial dan bisa ditonton live via youtube. Mengingat para pelaku kesenian di Kota Batu juga masih banyak yang masih awam tentang teknologi ini.

Dokumen : Dewan Kesenian Kota Batu melangsungkan giat napak tilas dan sejarah menyambut HUT ke-20 Kota Batu

Selain itu, DKKB saat ini juga sedang merancang program E-seniman, program berbasis website ini nantinya akan memudahkan wisatawan yang ingin mengontak para pelaku seni, baik itu seni pertunjukan dan juga seni rupa. “Misal ada wisatawan yang kepingin dilukis di tengah sawah, nanti bisa nyari disitu, namanya, alamatnya, kontaknya, bahkan harganya berapa semua bisa dilihat disana,” ungkap pria yang akrab dipanggil Narto Reog ini.

Narto menyebutkan, segala sesuatu yang telah digagas ini tentu saja membutuhkan dukungan dari stakeholder terkait, dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Batu. Dan jika melihat banyaknya event yang diselenggarakan, Disparta Kota Batu memang berperan besar, supaya pelaku seni dan budaya di Kota Batu bisa bangkit Kembali.

Harapannya kedepan, dengan kolaborasi yang sudah terbina baik antara para sesepuh dan milenial sekarang ini, akan semakin menguatkan komitmen DKKB untuk menjaga warisan budaya di Kota Batu. Apalagi selama kurang lebih dua tahun ini, sektor seni dan budaya di Kota Batu menjadi salah satu sektor yang sangat terpuruk imbas hantaman pandemi covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Radio


x
%d blogger menyukai ini: