NewsOlahraga

Sempat Pesimis, Kei Berupaya Jadi Penari Tradisional Andal

Penari tradisional muda, Kineta Kei Noya. (Foto: IODI Kota Malang)
Penari tradisional muda, Kineta Kei Noya. (Foto: IODI Kota Malang)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Kineta Kei Noya memang masih sangat belia saat mewakili Kota Malang dalam ajang Porprov IX Jawa Timur 2025 yaitu 13 tahun. Walaupun penari tradisional muda ini sering mewakili sekolahnya dalam event pentas, kali ini Kei mengaku cukup cemas. Kecemasannya itu terbaca oleh kedua orang tuanya.

“Ayah ngesupport aku, ‘Jangan pesimis dulu kalo mikir kayak gini. Optimis aja dulu’. Soalnya, aku kalau lomba itu saya sudah mulai di kategori umum. Pasti saingannya kan berat, saya jadi merasa pesimis, nanti kalau kalah gimana, mikir yang nggak-nggak dulu,” terang Kei.

Sebelumnya, Kei mulai mengenal dunia tari sejak bergabung ekstrakurikuler saat dia masih duduk di bangku sekolah dasar. Salah seorang gurunya pernah memuji tariannya dan memintanya menekuni seni tari.

Kendati belum lama ia menekuni seni tari tradisional, bakatnya ini berhasil membawanya mewakili sekolahnya dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Karena itulah, Kei mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi calon atlet Porprov pada cabor dancesport kategori traditional dance. Ia pun berhasil lolos dan berpasangan dengan Tiesa Aprilia Putri Arifin.

Berkat kerja kerasnya berlatih sembari menjalankan kewajibannya sebagai pelajar, akhirnya berbuah medali perak untuk Kota Malang. Lelah? Sudah pasti.

“Tapi emang wajar sih. Tapi aku senang latihan karena pas latihan itu capeknya hilang, kebawa suasana sama temen-temen juga. Kita latihannya di SMPN 4, biasanya juga di Graha SSK. Mulai sore, kalau pas hari libur itu latihannya pagi. Tapi kalau temen-temen bisanya magrib ya habis magrib,” lanjutnya.

Kecintaannya terhadap seni tari itu tak lepas dari estetika yang dibawakan pada setiap gerakan dan lenggak-lenggoknya.

“Pertama kali nyoba tari itu saya suka sama teknik-tekniknya. Misalnya Tari Bapang itu gerakannya kayak gagah gitu. Saya suka juga Tari Grebeg Sabrang, Tari Jaran Monel, Tari Kebat Ngigel, terus aku lagi suka sama Tari Geger Bumi,” ungkap Kei.

Setelah pencapaiannya di Porprov ini, Kei terus berlatih dan menargetkan dapat menorehkan prestasi pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional untuk tingkat SMP. (adv)

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button