NewsPemerintahan

Proyek Kabel Tanam Kota Batu Rencananya Tak Gunakan APBD

Petugas PLN tengah memperbaiki salah satu jaringan listrik di Kota Batu. (Foto: Istimewa)
Petugas PLN tengah memperbaiki salah satu jaringan listrik di Kota Batu. (Foto: Istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Rencana penataan kabel tanam atau grounding menggantikan kabel yang menjuntai kabarnya tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Melainkan lewat skema kerja sama dengan pihak ketiga atau sektor swasta.

Wali Kota Batu Nurochman menjelaskan skema pembiayaan ini diambil untuk memastikan proyek kabel tanam tetap berjalan tanpa membebani APBD yang makin tipis. Dalam skema ini, Pemkot Batu bertindak sebagai penyedia aset, sementara pihak swasta berperan sebagai pelaksana pembangunan infrastruktur.

“Ini sesungguhnya tanpa menggunakan dana APBD. Kami hanya memberikan ruang untuk menempatkan box kabel atau drafting-nya. Karena lokasinya di bawah tanah, berarti itu menggunakan lahan milik pemerintah kota atau aset daerah. Namun, yang mengerjakan dan membangun adalah pihak swasta,” jelas kepada awak media.

Menurutnya, model seperti ini saling menguntungkan. Pihak swasta yang membangun infrastruktur ducting tersebut nantinya akan menyewakan ruang kabel kepada sejumlah provider telekomunikasi yang beroperasi di wilayah tersebut.

Artinya, provider tidak lagi memasang kabel di tiang masing-masing. Melainkan “menyewa” tempat di box bawah tanah yang sudah disediakan.

Meskipun melibatkan transaksi sewa-menyewa antara swasta dan provider, Nurochman menekankan bahwa fokus utama pemerintah bukanlah pada keuntungan finansial.

“Benefit-nya tidak harus selalu dalam bentuk uang tunai ke kas. Tapi kerapian dan keindahan kota itu sendiri adalah keuntungan besar bagi kita semua. Ini murni kerja sama bisnis dengan swasta, bukan sekadar program CSR (Corporate Social Responsibility),” tegasnya.

Saat ini, Pemkot terus mematangkan koordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk akan menjajaki komunikasi dengan asosiasi provider seperti Apjatel (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi) agar transisi dari kabel udara ke kabel bawah tanah ini dapat berjalan sinkron.

Reporter: Asrur Rodzi

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button