NewsPemerintahan

Proyek Jembatan Sonokembang Permanen Akhirnya Dimulai

Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto. (Foto: Heri Prasetyo)
Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto menginformasikan kepada pengakses City Guide Media, bahwa proyek pembangunan jembatan Sonokembang permanen sudah dimulai. Sesuai kontrak, pengerjaan proyek ini sudah berlangsung sejak 26 Januari hingga 25 Juli 2026.

“Sekarang sudah mulai proses pengerjaan konstruksinya. Jadi penyiapan lokasi untuk pembuatan pondasi. Untuk kelancaran, perlu penggeseran sedikit posisi jembatan bailey, khususnya di sisi selatan itu nanti akan kami geser ke timur kurang lebih 2,5 meter,” terang Dandung.

Penggeseran ini tujuannya agar pengerjaan proyek dapat lebih leluasa, misalnya alat-alat berat yang perlu bermanuver. Maka untuk menggeser jembatan bailey, akses Jalan Simpang Sulfat akan ditutup selama 3 hari, mulai 14-17 Februari. Bertepatan dengan hari libur anak sekolah.

Baca juga:

Jembatan Bailey Sonokembang Akan Ditutup, Arus Lalin Dialihkan

“Sebagaimana arahan wali kota, bahwa jembatan bailey ini akan tetap terpasang selama pembangunan jembatan permanen,” imbuhnya.

Proses pengerjaan proyek jembatan Sonokembang permanen ini sendiri akan memakan waktu sekitar 6 bulan. Dandung berharap, pembangunan jembatan bisa lebih cepat dari estimasi yang terdapat di dalam kontrak.

simak selengkapnya di sini

“Jembatan itu nanti secara teknis kita buat panjangnya 20 meter, lebarnya jadi 9 meter nanti kanan kirinya ada space pejalan kaki. Konstruksinya ini nanti jembatan gelagar dengan material beton maupun beton precast,” sambung Dandung.

Kemudian jembatan juga akan sedikit lebih tinggi 1 meter menyesuaikan elevasi jalan, di mana dulu posisinya cenderung menurun. Soal pembangunan ini yang akan sedikit menghambat aktivitas warga setempat, pihaknya mengaku telah memberikan sosialisasi.

“Kami juga mohon maaf jika nanti ada ketidaksengajaan, karena di sana kan banyak pipa PDAM, kalau pipa ini nanti tersenggol dan berpengaruh pada suplai air bersih. Tapi kami tetap berprinsip kehati-hatian,” katanya.

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button