NewsPemerintahan

Prediksi Musim Kemarau 2026, Akan Lebih Kering di Jawa Timur

Peta prediksi musim kemarau tahun 2026. (Foto: BMKG)
Peta prediksi musim kemarau tahun 2026. (Foto: BMKG)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur merilis prediksi musim kemarau untuk wilayah Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Berdasarkan hasil pemantauan dinamika atmosfer, musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut akibat oleh fenomena El Nino yang diprediksi akan menguat menjadi kategori lemah hingga moderat sampai akhir tahun 2026 dengan peluang mencapai 50-60 persen. Fenomena ini menyebabkan curah hujan selama musim kemarau di Jawa Timur berpotensi berada di bawah kondisi normalnya.

Prakirawan BMKG Juanda Surabaya Bhilda Maulida menjelaskan bahwa saat ini wilayah Jawa Timur masih berada dalam fase transisi sebelum memasuki musim kemarau sepenuhnya. Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin muncul di sisa masa penghujan.

Baca juga:

Waspada Kebakaran Memasuki Musim Kemarau

“Maret ini masih ada potensi cuaca ekstrem di awal bulan. Namun selanjutnya April-Mei diperkirakan sudah memasuki masa pancaroba,” jelas Bhilda, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan data dari 74 Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur, awal musim kemarau diprediksi terjadi secara bertahap. Sebanyak 43 ZOM atau sekitar 56,9 persen wilayah diprediksi memasuki kemarau pada bulan Mei. Sementara 26 ZOM dimulai pada April dan 5 ZOM sisanya pada bulan Juni.

BMKG memberikan rekomendasi bagi sektor pangan untuk menyesuaikan varietas padi umur pendek yang tahan kering atau beralih ke tanaman palawija. Selain itu juga memaksimalkan sektor sumber daya air untuk memaksimalkan panen air hujan di sisa musim hujan untuk pengisian waduk dan cadangan air bersih.

Langkah antisipasi lainnya meliputi perencanaan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan. Serta upaya diversifikasi ekonomi seperti optimalisasi budidaya hortikultura dan produksi garam rakyat untuk menjaga pendapatan petani maupun nelayan.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button