Budaya dan PariwisataNews

Penarik Becak Listrik Bisa Kantongi Rp100 Ribu Sehari

Salah satu penarik becak listrik di Alun-alun Merdeka. (Foto: Heri Prasetyo)
Salah satu penarik becak listrik di Alun-alun Merdeka. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Kendati regulasi penentuan tarif becak listrik di Kota Malang belum tersusun, kendaraan umum ini sudah boleh beroperasi. Penarik becak di Alun-alun Merdeka, Mustawi adalah salah satunya.

Mustawi yang sedang mangkal sambil mengobrol dengan sesama pengemudi becak, tampak sumringah ketika ia mengira reporter City Guide FM sebagai calon penumpang. Namun berbincang soal pengalamannya mengemudikan becak listrik, semangatnya langsung terpancar.

Pengemudi becak berusia 94 tahun ini mengaku bisa mengantongi penghasilan rata-rata Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per hari. Ia mangkal sejak pukul 07.00 WIB hingga sore hari.

“Kalau rata-rata sehari ya sekitar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Kalau rame bisa sampai Rp150 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, waktu paling ramai penumpang biasanya sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Rutenya paling sering adalah kawasan Alun-alun Merdeka hingga beberapa titik wisata seperti di Kayutangan Heritage.

Bagi seorang pria lanjut sepertinya, Mustawi merasa cocok dengan becak elektrik ini karena relatif tidak melelahkan. Banyak anak muda dan wisatawan yang senang menaikinya untuk berkeliling kota dengan santai.

Soal daya baterai, Mustawi mengaku tidak pernah mengalami kendala. Proses pengisian daya biasanya memakan waktu sekitar 2,5-3 jam dan bisa digunakan seharian penuh.

“Alhamdulillah satu hari cukup. Nggak pernah kehabisan baterai pas ngantar penumpang,” katanya.

Selain praktis, tarif becak listrik juga tidak melalui tawar menawar yang rumit. Penumpang biasanya membayar sesuai jarak tempuh, mulai dari Rp10.000 ke atas untuk rute yang lebih jauh.

Ia berharap ke depan jumlah becak listrik bisa semakin banyak. Sehingga bisa membantu lebih banyak pengemudi becak dalam meningkatkan kesejahteraan mereka sekaligus mendukung pariwisata kota.

Reporter: Heri Prasetyo

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button