NewsTransportasi

Pemkot Batu Kaji Trase Baru di Jalur Klemuk, Kurangi Kecuraman

Wali Kota Batu Nurochman dan jajaran meninjau Jalur Klemuk untuk mengkaji rencana trase baru. (Foto: Asrur Rodzi)
Wali Kota Batu Nurochman dan jajaran meninjau Jalur Klemuk untuk mengkaji rencana trase baru. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu tengah mengkaji rencana pembuatan trase atau jalur baru di Jalur Klemuk. Jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Pujon dengan Kota Batu ini rawan kecelakaan akibat kontur jalan yang sangat curam.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan kajian ini berpotensi mengubah Jalur Klemuk agar memiliki tingkat kemiringan yang lebih landai sehingga lebih aman dilalui pengendara. Pihaknya akan memulai langkah ini dengan melakukan kajian teknis secara menyeluruh sebelum menentukan trase baru.

“Nanti saya akan berkomunikasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Tetapi saya dahului dengan kajian untuk membuat trase baru,” ujar Nurochman.

Ia menjelaskan, rencana perubahan jalur ini tidak terlepas dari status lahan di sekitar kawasan Klemuk yang sebagian berada di bawah kewenangan Dinas Kehutanan Jawa Timur. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam proses perencanaan.

Fokus utama kajian berada di sekitar 200 meter sebelum jalur bawah menuju Kota Batu. Pada titik tersebut terdapat jalur menurun dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Kondisi ini kerap menyebabkan kendaraan mengalami kegagalan pengereman hingga berujung kecelakaan lalu lintas.

“Untuk membuat trase baru, bisa dengan membuat lengkungan atau membuang ke kiri dan kanan. Supaya tidak langsung terlalu tajam turunannya,” jelas Nurochman.

Ia menargetkan kajian trase baru Jalur Klemuk ini dapat rampung pada tahun 2026. Selama proses kajian berlangsung, pihaknya akan memberlakukan penutupan terbatas di jalur tersebut sebagai langkah mitigasi keselamatan.

“Ini jangka panjangnya dan harus segera kita lakukan kajian. Di tahun 2026 harus sudah ada produknya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu Eko Setiawan menyebut secara teknis Jalur Klemuk idealnya dibuat melingkar untuk mengurangi tingkat kelandaian. Terutama di kawasan perbukitan.

“Seperti Kelok 9 di Sumatera,” ujar Eko.

Sebagai informasi, pada 28 Desember lalu Jalur Klemuk kembali memakan korban jiwa. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia akibat kecelakaan setelah kehilangan kendali di turunan. Pasca kejadian tersebut, jalur itu kini hanya dibuka satu arah, khusus untuk kendaraan dari Kota Batu menuju Kecamatan Pujon.

Reporter: Asrur Rodzi

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button