NewsPemerintahan

Pemkot Batu Ambil Langkah Cegah Gejolak Isu Kenaikan BBM

Situasi SPBU Lahor Jalan Panglima Sudirman, Pesanggrahan, Kota Batu. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu langsung ambil langkah merespons isu kenaikan harga BBM nonsubsidi yang diprediksi terjadi pada April esok. Wali Kota Batu Nurochman menegaskan akan segera menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk memitigasi dampak berantai atau multiplier effect terhadap harga kebutuhan pokok di pasar.

Hal ini menyusul adanya potensi kenaikan harga Pertamax menjadi Rp17 ribu per liter. Setiap kenaikan harga energi hampir selalu diikuti oleh gejolak harga di sektor pangan akibat meningkatnya biaya distribusi.

“Pasti (akan ada rapat), karena akibat dari potensi kenaikan itu kan pasti multiplier effect ya. Nanti jangan sampai kemudian berdampak pada harga-harga kebutuhan pokok terutama,” tegasnya, Selasa (31/3/2026).

Tiga strategi mitigasi

Strategi mitigasi yang disiapkan mencakup tiga poin utama. Pertama, melakukan pemetaan menyeluruh terhadap jalur distribusi pangan. Kedua, memastikan stok komoditas penting di pasar-pasar tradisional tetap tersedia. Ketiga, melakukan pengawasan ketat agar kenaikan harga di tingkat pedagang tidak melampaui batas kewajaran atau terjadi “lompatan tinggi”.

“Kami melakukan mitigasi dengan memetakan ini, memastikan stok ada, dan memastikan kenaikan harga itu tidak kemudian terjadi lompatan tinggi di masyarakat,” jelasnya.

Selain langkah internal, pihaknya juga menjalin komunikasi intensif dengan pihak-pihak terkait, termasuk Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas) dan Pertamina. Khususnya soal data akurat mengenai pasokan energi di wilayah Malang Raya, agar pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat sasaran.

Pasokan BBM di Kota Batu relatif aman

Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan bahwa meski isu kenaikan harga BBM mencuat, kondisi ketersediaan energi di wilayahnya masih tergolong aman.

“BBM aman, yang berpotensi naik Pertamax. Yang lain masih stabil, insya Allah tidak ada kenaikan,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, harga Pertamax diperkirakan bisa naik hingga Rp17.850 per liter. Jika terealisasi, BBM non subsidi itu mengalami kenaikan sekitar Rp5.550 dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter.

Potensi kenaikan ini menjadi perhatian karena tergolong cukup tinggi dari penyesuaian harga pada periode sebelumnya. Meski demikian, ia memastikan kebutuhan energi lain masih dalam kondisi stabil.

“Untuk gas (LPG) masih aman, baik pasokan maupun harga. Belum ada potensi kenaikan. BBM subsidi seperti Pertalite juga tetap,” tambahnya.

Nurochman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan maupun panic buying.

Editor: Intan Refa

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button