Budaya dan PariwisataNews

Pembukaan Pendakian Gunung Buthak Tunggu Selametan

Jalur masuk pendakian Gunung Buthak, Panderman dan Bokong. (Foto: Asrur Rodzi)
Jalur masuk pendakian Gunung Buthak, Panderman dan Bokong. (Foto: Asrur Rodzi)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Pasca insiden pendaki yang terpeleset di Gunung Buthak dan sempat hilang 2 hari, sampai saat ini jalur pendakian itu belum buka untuk umum. Menurut Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tani, Ahmad Syarifudin mengatakan kapan pembukaan jalur pendakian akan ditentukan dalam selametan gunung.

“Terkait pembukaan Gunung Buthak, kita akan melakukan evaluasi bersama tokoh-tokoh masyarakat dan pihak-pihak terkait. Itu menunggu selametan gunung dulu,” jelas Syarifudin.

Rencananya, acara selametan ini akan berlangsung pada Minggu (31/8/2025) mendatang. Sejumlah tokoh masyarakat dan pihak terkait, baik dari Perhutani, pemerintah desa akan berembug dan mengevaluasi mencakup rambu-rambu yang rusak, pembaruan tanda di area terlarang untuk berkemah, hingga larangan bersikap tidak sopan di area yang dianggap sakral.

“Yang dulunya ada, tapi sudah lama hilang, jadi kita perbarui lagi. Rambu-rambu kan banyak yang rusak, kita perbarui lagi untuk meminimalisasi pendaki yang tersesat,” ujarnya.

Penutupan pendakian ini sebenarnya bukan hal pertama. Sebelumnya, LMDH pernah menyampaikan rencana pembukaan jalur pada 14 Februari 2025, setelah sebelumnya tutup karena hujan deras dan cuaca ekstrem.

Gunung Buthak sendiri merupakan gunung dengan ketinggian sekitar 2.868 meter di atas permukaan laut, terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Jalur pendakian populer selain via Panderman di Kota Batu, ada juga via Sirah Kencong di Kabupaten Blitar.

Sedangkan jalur via Panderman merupakan rute favorit pendaki, dengan estimasi waktu pendakian sekitar delapan jam dan melewati empat pos sebelum mencapai puncak. Jalur ini relatif ramah bagi pendaki pemula hingga menengah, meskipun tetap menantang pada beberapa segmen.

Selain itu, sejak 26 Mei 2025 telah diterapkan sistem kuota pendakian untuk menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan Gunung Buthak. Termasuk larangan pendakian tektok (naik–turun tanpa bermalam) demi keselamatan pendaki.

Reporter: Asrur Rodzi

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button